Motivasi dan Keaktifan Anak Belajar Matematika pada SMK

161
Oleh: Ning Widhyastuti,S.Pd
Oleh: Ning Widhyastuti,S.Pd

RADARSEMARANG.COM – SEBAGIAN guru Matematika, dalam proses pembelajaran masih mendominasi atau menjadi pusat perhatian (teacher centered). Artinya, pembelajaran berpusat pada guru, dengan metode ceramah. Siswa hanya mendengar. Mereka tidak mempunyai kemauan untuk berpikir sendiri. Hanya mengerjakan soal yang diberikan oleh guru dan mencatat. Siswa juga jarang bertanya atau mengemukakan pendapat. Guru hanya memberikan materi dan konsep. Sehingga tidak meningkatkan motivasi siswa.

Padahal, penciptaan kondisi belajar yang optimal, akan terjadi dalam proses pembelajaran yang berfungsi secara optimal. Metode ceramah, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengeksplorasi kemampuan dan pengetahuan. Satu sisi, motivasi guru sangat perlu untuk disampaikan kepada para siswa.

Proses pembelajaran akan berhasil, ketika siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Karena itu, guru Matematika perlu menumbuhkan motivasi belajar pada siswa. Harapannya, siswa akan belajar, bukan sekadar untuk memperoleh nilai atau tujuan. Karena keaktifan siswa merupakan salah satu prinsip utama dalam proses pembelajaran.

Pengalaman belajar hanya dapat diperoleh jika siswa aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Guru menyajikan dan menyediakan bahan pelajaran, siswa lantas yang mengolah dan mencernanya sendiri sesuai kemampuan, bakat, dan latar belakang mereka. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat diwujudkan melalui penggunaan berbagai macam variasi model pembelajaran dan media pembelajaran.

Dari keaktifan belajar, maka akhirnya diperoleh hasil belajar. Yaitu, kemampuan–kemampuan yang dimiliki siswa, setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Tiga macam hasil belajar: keterampilan dan kebiasaan, pengetahuan dan pengertian, sikap dan cita – cita. Atau bisa juga hasil belajar berupa informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap dan ketrampilan motoris.

Terkait hal itu, penulis memberi saran, guru Matematika hendaknya menggunakan sumber belajar seperti lembar kerja, buku sumber dan media pembelajaran untuk mendukung proses melakukan variasi atau penerapan model pembelajaran. Tujuannya, agar siswa tidak merasa bosan mengikuti pembelajaran di kelas. Terpenting, guru memberikan motivasi ke anak didiknya. Karena bukan rahasia lagi bahwa Matematika, menjadi pelajaran yang sulit bagi anak SMK.

Bagi siswa yang aktif berorganisasi, guru hendaknya memberikan motivasi khusus Hal itu dapat dilakukan, pada saat mengawali pembelajaran. Berilah siswa gambaran – gambaran yang baik, agar mereka tidak salah menafsirkan kegiatan yang diikuti dan pintar membagi waktu dengan baik.

Mereka yang aktif berorganisasi tetap harus didukung. Karena berdasarkan pengamatan penulis, siswa yang aktif berorganisasi, ketika mereka lulus, cenderung lebih percaya diri dan cenderung akan lebih sukses dibandingkan yang hanya sekolah saja. (*/isk)

Guru SMK Negeri 2 Temanggung