Lima Rumah Terbakar, Dua Dirobohkan

157

RADARSEMARANG.COM, BLORA – Lima rumah di Dukuh Pekuwon Lor, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora ludes dilalap si jago merah, Rabu (30/5) malam. Kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp 845 juta. Kebakaran diduga disebabkan bedian atau pembakaran rumput untuk penghangat kambing di rumah Sadiyah, 55.

Kepala Satpol PP Blora Anang Sri Danaryanto melalui Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Suripto mengungkapkan, kebakaran ini bermula pada Rabu (30/5) sekitar pukul 18.45. Sadiyah membuat api dari kayu bakar untuk penghangat 38 ekor kambing. Selanjutnya ditinggal salat tarawih. Sementara, sang istri Patmi di rumah sendirian.

Sekitar pukul 21.30, api tersebut menyambar dinding kandang yang terbuat dari kayu jati. Mengetahui hal itu, Patmi berusaha memadamkan api sambil berteriak minta tolong. Namun, api membesar.

Api membakar rumah dan menjalar ke rumah warga sekitarnya. Mulai dari tiga rumah Sadiyah beserta isinya. Yaitu, perabot rumah, tiga ton padi dan 38 ekor kambing. Kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Selanjutnya dua rumah Tarmo. Perabot rumah, dua ton padi, dan lima ekor kambing hangus. Kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta. Korban lainnya adalah Samin, Dia kehilangan dua rumah kayu jati beserta isinya. Kerugian ditaksir mencapai Rp 260 juta.

Berikutnya rumah Yahmo. Rumah ini terpaksa dirobohkan untuk menghindari kebakaran yang lebih parah. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Begitu juga dengan Suyadi. Rumahnya ikut dirobohkan. Kerugian sekitar Rp 15 juta. “Total kerugian sekitar Rp 845 juta,” paparnya.

Dia menambahkan, pemilik rumah Sadiyah bersama Patmi tampak lemas tak berdaya melihat rumahnya dilalap si jago merah. “Sekitar pukul 22.00 lima unit mobil pemadam kebakaran dari Blora dan Grobogan datang ke lokasi dan berusaha memadamkan api. Sekitar pukul 24.15 api berhasil dipadamkan,” terangnya.

Kapolsek Jati Polres Blora AKP Joko Priyono mengungkapkan, kebakaran ini diduga bermula dari kayu bedian. Karena apinya terlalu besar, menjalar ke dinding rumah yang terbuat dari kayu.“Setelah dilakukan penyelidikan tidak ada tindak pidana kejahatan,” terangnya. (sub/ris/jpg/ton)