Antisipasi Gendam dan Upal 

178
CEGAH KEJAHATAN : Sejumlah aparat kepolisian saat patroli dengan mengunjungi toko emas di wilayah Petanahan Kabupaten Kebumen. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)
CEGAH KEJAHATAN : Sejumlah aparat kepolisian saat patroli dengan mengunjungi toko emas di wilayah Petanahan Kabupaten Kebumen. (DOK HUMAS POLRES KEBUMEN)

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Toko emas merupakan salah objek vital yang ada di wilayah Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Tempat ini merupakan salah satu wilayah yang rawan tindak kriminalitas. Mulai dari pencurian, gendam, hingga peredaran uang palsu. Sejumlah personel Polsek Petanahan diturunkan untuk melakukan patroli dan pengamanan di toko emas.

Kapolsek Petanahan AKP Masngudin menjelaskan, setiap hari pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan patroli di toko emas. “Keberadaan personel kami di sekitar toko emas, tidak lain untuk melakukan penjagaan. Serta untuk memantau situasi Kamtibmas di sekitar pasar Petanahan,” kata Masngudin.

Selain melakukan pemantauan, untuk menjaga situasi Kamtibmas, pihaknya juga berpatroli di sekitar pasar untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas. “Dengan adanya personel kami di toko emas dan di seputaran pasar, besar harapan kami tidak ada kejahatan. Tidak ada gendam (hipnotis), peredaran uang palsu, ataupun pencurian,” jelasnya.

Terpisah, jajaran Polres Temanggung juga meningkatkan kewaspadaan di tempat-tempat ramai seperti pasar. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Sabhara AKP Imam Suparyanto mengatakan, peredaran uang palsu biasanya meningkat menjelang Lebaran apalagi di Kabupaten Temanggung saat ini juga memasuki musim tanam tembakau.

“Menjelang lebaran dan bulan puasa, masyarakat akan lebih banyak menggunakan uang tunai untuk berbagai keperluan. Jadi harus lebih waspada, maka kita antisipasi dengan sosialisasi maupun patroli khususnya di daerah pasar maupun tempat peredaran uang” katanya, Kamis (31/5).

Menurut Imam, masyarakat harus lebih waspada ketika menerima mata uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu. Karena, pecahan tersebut yang paling banyak beredar. “Saat menerima uang pecahan tersebut, harus teliti dengan ‎melakukan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” katanya. (jpg/ton)