PMI Kekurangan Stok Darah

346

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Palang Merah Indonesia (PMI) Kendal mengaku kekurangan stok kantong darah selama Ramadan ini.  Kekurangan ini lantaran minimnya pendonor darah selama bulan Ramadan ini.

Ketua PMI Kendal, Budi Mulyono mengatakan jika kekurangan darah terutama untuk jenis darah golongan AB dan O. Sedangkan jenis darah lainnya seperti golongan A dan B masih tercukupi. “Makanya kami mohon kepada masyarakat yang merasa memiliki darah golongan AB dan O untuk mendonorkan darah ke PMI Kendal,” ujarnya, kemarin (30/5).

Diakuinya darah AB dan O beberapa akhir ini banyak sekali permintaan kantong darah. Sementara stok di PMI Kendal semakin menipis. Saat ini untuk darah AB stok yang tersedia tinggal tinggal sembilan kantong dari stok normalnya adalah 50 kantong darah golongan AB. Sedangkan untuk  golongan darah O stok normalnya 100 kantong, tapi saat ini yang tersedianya tinggal 15 kantong darah.

“Satu kantong darah itu bisa bertahan 30-30 hari. Lebih dari massa itu darah sudah tidak bisa dipakai meskipun jumlah kantong darah masih banyak. Tapi Ramadan seperti ini memang selalu kurang, karena minat orang untuk mendonorkan darah berkurang karena takut lemas saat puasa,” tandasnya.

Meski stok golongan darah A dan B masih tercukupi, tapi PMI Kendal juga masih menerima pendonor darah. Hal itu lantaran menjelang lebaran H-6 sampai H+3 stok darah bisa kekurangan, karena orang mulai mudik. “Stok darah itu mulai normal saat aktivitas kerja mulai normal kembali,” jelasnya.

Upaya untuk mencukupi kebutuhan darah di PMI Kendal dilakukan diantaranya dengan melakukan donor tarawih keliling. Yakni dengan bekerja sama pengurus takmir masjid-masjid besar. “Sehingga jamaah tarawih bisa mendonorkan darah di serambi atau area masjid,”  paparnya.

Selain itu, PMI juga melakukan jemput pendonor. Yakni melakukan antar jemput kepada pendonor darah yang sifatnya tidak kolektif atau hanya perseorangan. “Selain itu kami juga bekerja sama dengan Ormas-ormas. Sudah ada ormas yang siap diantaranya dari Banser Kendal,” imbuhnya. (bud/bas)