Ngopi Jadi Gaya Hidup Baru

2080
TEKNIK SEDUH : Nana, barista andalan Coffee n Beyond Cafe saat menyeduh kopi untuk pelanggan setianya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TEKNIK SEDUH : Nana, barista andalan Coffee n Beyond Cafe saat menyeduh kopi untuk pelanggan setianya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Berawal dari hobi ngopi Graciani Kanesia bertekad mendirikan Coffee n Beyond Cafe. Apalagi kopi sebagai gaya hidup belum menjadi tren di Kota Pekalongan. Ia ingin membawa kopi sebagai alat silaturahmi dan gaya hidup baru untuk bergaul.

“Seperti nama kafe kami Coffee n Beyond, kopi tanpa batas atau melewati, dengan maksud dengan minum kopi bersama akan lebih akrab tanpa batasan,” jelasnya saat ditemui Radar Semarang.

Diceritakan Graciani, pada awal berdiri 1 Juli 2015, penjualan kopi memang belum sesuai harapan. Karena tren orang minum kopi hitam murni tanpa gula belum populer. Masih banyak yang pesan kopi dingin atau es, dengan berbagai campuran rasa manis dan susu.

Lambat laun, penggemar kopi mulai ditawari menikmati kopi murni panas. Agar semakin menarik, sering langsung diseduh di depan pengunjung. Proses ini untuk menarik pengunjung menikmati sensasi baru minum kopi. Cara ini ternyata cukup berhasil. Penjualan kopi panas semakin besar.

“Awalnya kita buka, malah kebanyakan orang nongkrong, namun coba kita ajak ngopi. Berawal pesan ice coffee dan sejenisnya, hingga akhirnya mau minum hot coffee,” ucapnya senang.

Di era kekinian, ngobrol bisnis tidak harus formal. Sekarang banyak orang yang menggelar rapat bisnis di kafe, tidak harus ke kantor. Dan ternyata pangsa pasar itu tepat. Semakin lama tren itu digemari. Karena rapat di kafe lebih menyenangkan, tidak harus ramai-ramai, kadang berdua bertiga, asyik saja. Ditambah dengan sajian kopi dan nuansa cafe Beyond and Coffee yang memang cozy, membuat pengnjung betah berlama-lama untuk ngobrol.

Ditambahkan Manager Coffee n Beyond Cafe, Mike Sanjaya, pada tahun kedua sudah mulai banyak yang ngopi seperti harapannya. Hingga kini, dalam sehari bisa terjual 100 cup kopi murni. (han/ton)