Hadirkan Nuansa Heritage dan Menu Khas

Restoran Pringsewu Kota Lama Semarang

181
CULINARY AWARD : Manager Pemasaran Jawa Pos Radar Semarang, Bambang Krisnadi (kiri), menyerahkan penghargaan Culinary Award kepada Direktur Utama Pringsewu Restaurant Group, Bambang Riyadi (kanan). (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CULINARY AWARD : Manager Pemasaran Jawa Pos Radar Semarang, Bambang Krisnadi (kiri), menyerahkan penghargaan Culinary Award kepada Direktur Utama Pringsewu Restaurant Group, Bambang Riyadi (kanan). (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NUANSA HERITAGE : Bangunan Restoran Pringsewu Kota Lama bernuansa heritage.
NUANSA HERITAGE : Bangunan Restoran Pringsewu Kota Lama bernuansa heritage.

Memiliki kekhususan dan kekhasan. Baik pilihan menu, konsep maupun tema outlet. Inilah yang diunggulkan oleh Restoran Pringsewu Group, beserta jaringannya. Salah satunya adalah Restoran Pringsewu Kota Lama, cabang baru di Kota Semarang.

RADARSEMARANG.COMDIBUKA sejak 10 Mei 2018 dan diresmikan pada 12 Mei 2018, Restoran Pringsewu Kota Lama ini berlokasi di Jalan Suari Nomor 10 – 12. Ini merupakan cabang ke-21 dari Pringsewu Group. Di Kota Semarang, Pringsewu Kota Lama adalah cabang pertama dalam brand restoran dan merupakan outlet kedua setelah sebelumnya membuka usaha kuliner jenis lain, yaitu Mie Pasar Baru.

Keunikan tersebut, mendapat apresiasi dari Jawa Pos Radar Semarang, melalui program Culinary Award. Penghargaan diserahkan oleh Manager Pemasaran Jawa Pos Radar Semarang, Bambang Krisnadi, kepada Direktur Utama (Dirut) Pringsewu Restaurant Group, Bambang Riyadi.

Menurut Bambang Krisnadi, kehadiran Pringsewu Kota Lama ini menambah kazhanah kuliner di Kota Semarang, sekaligus mempopulerkan Kota Lama. “Pringsewu unggul dalam konsep tempat dan menu bercitarasa khas. Saya sekeluarga pernah berkunjung ke Pringsewu Sleman. Bersyukur sekarang di Semarang ada cabangnya. Tempatnya nyaman, banyak tamannya, dan makanannya juga nikmat,” ungkapnya di sela acara peresmian.

Dirut Pringsewu Restaurant Group, Bambang Riyadi, memaparkan, kekhususan dan kekhasan menjadi ciri yang ingin ditonjolkan. “Awal mula Pringsewu adalah dari restoran taman i Purwokerto tahun 1991 silam. Ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. Restoran ini tidak saja menyajikan hidangan, tetapi juga tempat rekreasi keluarga. Nah, karena kami nilai prospeknya bagus, maka konsep seperti ini terus dikembangkan,” jelasnya.

Saat ini, sudah banyak berdiri cabang Restoran Pringsewu di berbagai kota. Antara lain di Purwokerto, Banyumas (Sumpiyuh), Tegal, Purbalingga, Rembang, Solo dan Semarang. Selain itu, Restoran Pringsewu cabang Jogjakarta, cabang Cirebon (Gronggong), dan cabang Pangandaran (Pantai Pangandaran).

Menurut Bambang Riyadi, Pringsewu Kota Lama mengangkat tema heritage. Hal ini terlihat dari struktur bangunan bernuansa tempo dulu. Dilengkapi ruang di lantai 1 dan lantai 2, balkon lantai 2, serta taman outdoor di bagian tengah lantai 1 yang berdekorasi artistik.

Tersedia pilihan menu untuk Pernikahan, Ulang Tahun, Rombongan Wisata, ataupun umum. Masakannya pun beragam dan spesial, di antaranya Gurami Pesmol, Udang Hotchi, Sup Pancawarna, Nasi Liwet, hingga Tape Ketan Daun Jambu dan Pepes Bandeng yang dapat dibawa pulang sebagai oleh–oleh.

“Semoga kehadiran kami melengkapi Kota Lama sebagai destinasi wisata Kota Semarang, sehingga lebih maju dan ramai,” jelas Bambang Riyadi. (fiq/culinary radar semarang/ida).

Silakan beri komentar.