33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Direktur PT Kayla Ditahan

Direktur PT Kayla Ditahan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan.”

Bagus Subekti – Kuasa Hukum Marianto

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktur PT Kayla Asri Sejahtera, pengembang Perumahan Permata Garden, Sidodadi, Mijen, Marianto, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan Mapolrestabes Semarang. Marianto dituduh telah melakukan penipuan dan penggelapan uang pembelian rumah dari 150 orang senilai Rp 4,6 miliar.

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan,” kata Bagus Subekti, kuasa hukum Marianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/5).

Bagus menjelaskan, kliennya sebelum ditetapkan sebagai tersangka, telah mendatangi Polrestabes Semarang untuk memenuhi pemanggilan penyidik, Rabu (30/5) kemarin. Ia juga sempat bermediasi dengan para korban dalam kasus ini.

“Tadi mediasi dulu dengan para konsumen (korban), namun dari mediasi ini mengalami kebuntuan. Akhirnya, klien saya diperiksa dan kemudian ditetapkan tersangka,” bebernya.

Bagus sendiri merasa keberatan dengan penetapan kliennya sebagai tersangka tersebut. Meski begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal itu sudah menjadi keputusan penyidik.

“Itu sudah menjadi kewenangan penyidik, dan saya cuma bisa memohon saja. Ya, biar proses hukum berjalan dulu sampai di pengadilan, nanti hasilnya seperti apa? Kan bisa ditelusuri aliran uang ke mana saja,” katanya.

Pihaknya mengaku telah menjelaskan kepada para konsumen bahwa uang tersebut diduga digelapkan oleh beberapa orang di jajaran direksi PT Kayla Asri Sejatara.
“Itu sudah saya jelaskan semuanya kepada konsumen bahwa ada permasalahan internal didalam jajaran direksi PT Kayla Asri Sejahtera. Uang itu diduga digelapkan oleh beberapa orang yang sudah dilaporkan ke Polda Jateng,” jelasnya.
Mereka yang dilaporkan adalah TND menjabat sebagai komisaris; NG suami TND; TM sebagai staf administrasi, NI adik ipar NG, dan NS yang juga staf administrasi. Pada pelaporan ini, Bagus Subekti mengakui telah memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan penggelapan tersebut.

“Kami juga akan mengawal pelaporan ini. Nanti akan menemui Pak Marianto untuk ngobrol-ngobrol terkait ini. Kemungkinan kasus pelaporan di Polda Jateng ini akan dijadikan satu (dilimpahkan) di Polrestabes Semarang,” bebernya.
Bagus Subekti menambahkan, jumlah uang  yang digelapkan mencapai Rp 4,6 milyar. Sedangkan jumlah korban mencapai ratusan orang.  “Jumlah konsumen ada 150-an orang. Tadi juga ada yang cerita ke saya, sudah memasukkan uang Rp 110 juta,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifriyanto saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait kasus ini. Sedangkan Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi, berdalih belum mengetahui perkembangan penanganan kasus ini. “Saya belum tahu, saya belum berkomunikasi dengan Kasatreskrim. Mohon maaf,” ujarnya singkat. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...