33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

BPJS Kejar Pertumbuhan Peserta JKN-KIS

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Direktur Pelayanan dan Kepesertaan BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan defisit yang di BPJS Kesehatan terjadi karena besaran iurannya masih dibawah perhitungan aktuaria.

Hal itu diungkapkan Andayani usai membuka Ramadan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta di hotel Wujil Ungaran, Rabu (30/5).“Jadi kalau dibawah peritungan aktuaria, setiap tambah kepesertaan maka BPJS Kesehatan akan semakin defisit,” ujarnya.

Meski begitu, Andayani berharap semua pihak tidak perlu cemas akan hal itu. Pasalnya, penyelesaian sudah ditemukan dalam mengatasi defisit yang terjadi di BPJS Kesehatan. “Jangan khawatir di Undang-Undang No 40/2004 tentang jaminan sosial, dinyatakan pemerintah akan menyelesaikannya,” ujarnya.

Dijelaskannya, secara teori penyelesaian defisit BPJS Kesehatan dapat dilakukan melalui tiga cara. Diantaranya pengurangan benefit, menaikkan iuran kepesertaan, dan pemberian suntikan anggaran oleh pemerintah kepada BPJS Kesehatan.

Namun untuk pengurangan benefit dan penaikkan iuran menurutnya, tidak akan dilakukan. Apalagi, lanjutnya, jika disinkronkan dengan prekonomian masyarakat saat ini yang tergolong sulit.

“Kalau yang dilakukan itu mengurangi benefit, pasti ini akan ramai, menaikkan iuran tidak pro rakyat jadi tidak kita lakukan. Nah yang akan kita lakukan yaitu pemerintah memberikan subsidi untuk menutup defisit tersebut,” katanya.

Hal itu dilakukan pasalnya program JKN-KIS saat ini sudah banyak diminati oleh masyarakat. Selain itu pemanfaatannya juga dilakukan oleh masyarakat luas. “Kenapa banyak yang memanfaatkan terbukti dengan rumah sakit penuh. Ini bukan kunci sukses, kunci sukses itu rumah sakit kosong,” katanya.

Sementara itu, Deputi BPJS Kesehatan Wilayah Jateng dan DIJ, Haris Jatmiko mengungkapkan saat ini jumlah kepesertaan di wilayah cakupannya sudah mencapai 28,5 juta jiwa. “Artinya kurang lebih 75,3 persen dan memang masih sedikit di bawah angka nasional,” kata Haris.

Karena itu di 2018 ini pihaknya menghimbau kepada semua badan usaha di Jateng dan DIJ yang belum mendaftarkan pegawainya ikut di kepesertaan JKN-KIS harus segera dilakukan. Adapun target di 2018 ini sudah mencapai 28,7 juta penduduk di Jateng DIJ ikut kepsertaan JKN-KIS. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tolak Balak, Seniman Gelar Ritual di Progo

MUNGKID—Sejumlah seniman Kabupaten Magelang kemarin menggelar ritual tolak balak di Sungai Progo. Kegiatan yang berbarengan dengan HUT ke-33 Kota Mungkid, untuk mengingatkan bahwa sungai...

SMA Teuku Umar Gelar Baksos

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - SMA Teuku Umar Semarang menggelar bakti sosial baru-baru ini. Ratusan paket sembako dibagikan kepada sejumlah warga RW 2 Kelurahan Tinjomoyo. Kegiatan...

Rawan Longsor, Diterasering

WONOSOBO - Koramil 05 Kejajar bersama Polsek Kejajar dan warga Desa Krakal, Surengede, Kejajar, Wonosobo, mengadakan kerja bakti di lokasi tanah longsor di Desa...

Alphard Terguling, Sopir Tewas Terjepit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Arteri Arteri Yos Sudarso, persisnya Jembatan Dekat Pos I Pelabuhan Semarang, Sabtu (1/9) pukul 02.30 dinihari. Diduga, korban...

Mantabkan Kuota 30 Pemain

RADARSEMARANG.COM - PERBURUAN Pemain tim PSIS Semarang mulai mendekati akhir. Yang terbaru, tim berjuluk Mahesa Jenar telah menggenapi kuota empat pemain asing setelah merekrut...

Cintai Kopi Karena Sang Ayah

BERAWAL dari kebiasaan membuatkan kopi sang ayah semasa SMA, mahasiswi jurusan hubungan internasional Fisip Undip, Vinia Esti Damaryanti, jadi ikut ketagihan mengonsumsi kopi. “Dulu sering...