Ngabuburit, Mengaji Kitab Nahwu Sorof

Melongok Aktivitas Ramadan para Warga Binaan di dalam Lapas (2)

293
RELIGIUS: Pengajian keagamaan digelar di Rutan Demak sebagai pembinaan mental spiritual para napi dan tahanan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RELIGIUS: Pengajian keagamaan digelar di Rutan Demak sebagai pembinaan mental spiritual para napi dan tahanan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi Rutan Demak untuk memaksimalkan pembinaan mental dan rohani para napi dan tahanan. Panitia khusus pun dibentuk untuk menyukseskan kegiatan bulan puasa ini.

WAHIB PRIBADI, Demak

RADARSEMARANG.COM – PENJAGAAN di Rutan Demak yang terletak di sebelah timur Alun-Alun Kota Demak siang itu, Rabu (23/5), terlihat ketat. Beberapa sipir berjaga  sesuai tugas masing-masing. Ada yang bertugas mengurusi administrasi absensi pengunjung. Ada pula yang bertugas menjaga pintu gerbang dan pintu-pintu lainnya.

Saat koran ini mengunjungi Rutan Demak sekitar pukul 11.00, suasana tampak sepi. Maklum, selain tidak tampak pengunjung dari pihak keluarga, para napi dan tahanan rupanya telah kembali ke bilik atau ruang tahanan setelah mengikuti kegiatan tadarus Alquran di aula rutan.  Ya, tadarus Alquran menjadi prioritas kegiatan saat Ramadan 2018 ini.

Kepala Rutan Demak, Sutrasno, mengungkapkan, untuk melancarkan program Ramadan tersebut, pihaknya membentuk kepanitiaan. “Ada panitia sendiri khusus untuk Ramadan. Ini agar pelaksanaan program berjalan lancar,”ujar pria asli Sleman, Jogjakarta ini saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya. Menurutnya, bulan Ramadan memang menjadi perhatian khusus dalam upaya pembinaan mental spiritual napi dan tahanan. Dengan pembinaan yang intens selain pada hari-hari biasa, untuk puasa ini Rutan mendatangkan penceramah dan imam salat dari Kementerian Agama (Kemenag) Demak. “Kita jadwalkan sedemikian rupa untuk mengisi kegiatan Ramadan termasuk salat berjamaah,”katanya.

Saat ini, kata dia, Rutan Demak memiliki kapasitas hunian sebanyak 100 orang. Namun, dalam realitasnya overload. Tercatat, penghuni Rutan  baik napi maupun tahanan mencapai 170 orang. Terdiri atas napi  laki-laki 94 orang  dan 2 perempuan. Kemudian, tahanan laki-laki ada 71 orang dan 3 perempuan.

Penanggungjawab kegiatan Ramadan, Isman, menjelaskan, setidaknya ada 7 petugas dari Kemenag yang dijadwal mengisi kuliah tujuh menit (kultum) habis salat tarawih dan imam salat. “Setelah itu, baru tadarus Alquran. Pukul 21.15 kegiatan sudah selesai,”ujar Isman.

Menurutnya, tadarus Alquran bulan puasa ini menjadi tambahan kegiatan yang sebelumnya telah dijalankan pada hari-hari biasa. “Khusus puasa, tadarus Alquran dilakukan siang dan malam,”jelas dia.

Selain tadarus, ada kegiatan mengaji kitab nahwu sorof (gramatika Bahasa Arab) setelah salat Asar hingga menjelang waktu buka puasa. “Kebetulan, di Rutan ini salah satu penghuninya ada yang bisa mengaji nahwu sorof itu. Teknis mengajarnya, dituliskan di papan kemudian  dilihat dan didengarkan penjelasannya oleh para napi lainnya,”kata dia.

Menurut Isman, ia selalu mengajak penghuni rutan untuk rajin salat secara tertib. Ini tekankan bagi napi karena ada di antara mereka yang belum mengetahui secara detail tata cara salat yang benar. Karena itu, dengan bimbingan rohani saat Ramadan ini, mereka bisa lebih mengetahui bagaimana mendirikan salat wajib maupun sunah.

“Dengan banyaknya kegiatan keagamaan ini, maka meskipun dipenjara, rasanya seperti di pondok pesantren (ponpes). Mereka bisa belajar ilmu agama dengan baik,”katanya.

Selain kegiatan puasa, pihak Rutan juga telah menyiapkan kegiatan lainnya, utamanya saat Idul Fitri mendatang. Selain salat Ied bersama-sama di lapangan Rutan, pihak keluarga napi dan tahanan juga diberi kesempatan untuk menjenguk mereka selama 3 hari. “Karenanya, kita tidak bisa cuti. Selama lebaran kita jaga disini terus,”katanya.  Untuk pengamanan Rutan, pihaknya juga berkoodinasi dengan pihak aparat kepolisian. (*/bersambung)