Bersilaturahmi dengan Kopi di Coffee n Beyond Cafe

463
MENYEDUH – Nana Barista andalan Coffee n Beyond Cafe saat menyeduh kopi untuk pelanggan setianya, dengan cara khusus. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENYEDUH – Nana Barista andalan Coffee n Beyond Cafe saat menyeduh kopi untuk pelanggan setianya, dengan cara khusus. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Berawal dari hobi ngopi, dan melihat di Kota Pekalongan belum tren kopi sebagai gaya hidup, Graciani Kanesia mendirikan Coffee n Beyond Cafe. Dengan semangat ingin membawa kopi sebagai alat silaturahmi  dan gaya hidup baru untuk bergaul.

“Seperti nama kafe kami Coffe n Beyond, kopi tanpa batas atau melewati, dengan maksud dengan minum kopi bersama akan lebih akrab tanpa batasan,” jelasnya saat ditemui Radar Semarang.

Diceritakan Graciani, sejak berdiri 1 Juli 2015 penjulan kopi yang diharapkan masih belum sesuai harapan. Karena tren orang minum kopi hitam murni tanpa gula belum populer. Masih banyak yang pesan kopi dingin atau es, dengan berbagai campuran rasa manis dan susu.

Lambat laut penggemar kopi mulai ditawari menikmati kopi murni panas. Agar semakin menarik, sering langsung diseduh di depan pengunjung. Selain agar tertarik juga agar ada sensasi baru dalam menikmati kopi. Cara itu ternyata cukup berhasil. Lambat laun penjulana hotkopi atau kopi panas semakin besar.

“Awalnya kita buka malah kebanyakan orang nongkrong, namun coba kita ajak ngopi. Berawal pesan ice coffee dan sejenisnya, hingga akhirnya mau minum hot coffe,” ucapnya senang.

Selain itu di era kekinian, ngobrol bisnis tidak harus formal, sekarang banyak yang rapat bisnis di kafe tidak harus di kantor. Dan ternyata pangsa pasar itu tepat, semakin lama tren itu digemari. Karena rapat di kafe lebih menyenangkan, tidak harus ramai-ramai kadang berdua bertiga, asyik saja.

Ditambahkan Manager Coffee n Beyond Cafe, Mike Sanjaya, pada tahun kedua sudah mulai banyak yang ngopi seperti harapannya. Kalau dalam rata-rata sehari bisa menjual 100 cup kopi murni hingga kini.

Hal tersebut juga dipicu banyaknya warga Pekalongan yang mudik dari kerja atau kuliah dari luar kota. Yang mana, sudah menjadi hal yang jamak di kota besar bersantai di kafe dan ngopi. Kebiasaan tersebut dibawa ke kotanya sendiri. Kafe Beyond ternyata disambut baik oleh masyarakat hingga kini.

Untuk memenuhi pasar yang sudah semakin bagus, pihaknya setahun belakangan sudah mendatangkan mesin roasting sendiri.

“Kami juga sejak lama ingin menggerakkan industri kopi di Pekalongan. Setelah sukses angkat kopi sebagai sajian, kini ingin industrinya ikut maju,” ucapnya. (han/svs/lis)

Silakan beri komentar.