33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Bersilaturahmi dengan Kopi di Coffee n Beyond Cafe

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Berawal dari hobi ngopi, dan melihat di Kota Pekalongan belum tren kopi sebagai gaya hidup, Graciani Kanesia mendirikan Coffee n Beyond Cafe. Dengan semangat ingin membawa kopi sebagai alat silaturahmi  dan gaya hidup baru untuk bergaul.

“Seperti nama kafe kami Coffe n Beyond, kopi tanpa batas atau melewati, dengan maksud dengan minum kopi bersama akan lebih akrab tanpa batasan,” jelasnya saat ditemui Radar Semarang.

Diceritakan Graciani, sejak berdiri 1 Juli 2015 penjulan kopi yang diharapkan masih belum sesuai harapan. Karena tren orang minum kopi hitam murni tanpa gula belum populer. Masih banyak yang pesan kopi dingin atau es, dengan berbagai campuran rasa manis dan susu.

Lambat laut penggemar kopi mulai ditawari menikmati kopi murni panas. Agar semakin menarik, sering langsung diseduh di depan pengunjung. Selain agar tertarik juga agar ada sensasi baru dalam menikmati kopi. Cara itu ternyata cukup berhasil. Lambat laun penjulana hotkopi atau kopi panas semakin besar.

“Awalnya kita buka malah kebanyakan orang nongkrong, namun coba kita ajak ngopi. Berawal pesan ice coffee dan sejenisnya, hingga akhirnya mau minum hot coffe,” ucapnya senang.

Selain itu di era kekinian, ngobrol bisnis tidak harus formal, sekarang banyak yang rapat bisnis di kafe tidak harus di kantor. Dan ternyata pangsa pasar itu tepat, semakin lama tren itu digemari. Karena rapat di kafe lebih menyenangkan, tidak harus ramai-ramai kadang berdua bertiga, asyik saja.

Ditambahkan Manager Coffee n Beyond Cafe, Mike Sanjaya, pada tahun kedua sudah mulai banyak yang ngopi seperti harapannya. Kalau dalam rata-rata sehari bisa menjual 100 cup kopi murni hingga kini.

Hal tersebut juga dipicu banyaknya warga Pekalongan yang mudik dari kerja atau kuliah dari luar kota. Yang mana, sudah menjadi hal yang jamak di kota besar bersantai di kafe dan ngopi. Kebiasaan tersebut dibawa ke kotanya sendiri. Kafe Beyond ternyata disambut baik oleh masyarakat hingga kini.

Untuk memenuhi pasar yang sudah semakin bagus, pihaknya setahun belakangan sudah mendatangkan mesin roasting sendiri.

“Kami juga sejak lama ingin menggerakkan industri kopi di Pekalongan. Setelah sukses angkat kopi sebagai sajian, kini ingin industrinya ikut maju,” ucapnya. (han/svs/lis)

Berita sebelumyaPesan Perdamaian Lewat 2000 Lampion
Berita berikutnyaKhidmat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

The Amaya Tawarkan Unit Terbatas Type Alyssa

SEMARANG - PT. Kota Satu Property yang mengembangkan perumahan The Amaya berkonsep home resort, kini menghadirkan tipe Alyssa dengan sasaran profesional muda menengah ke...

Melihat Pembuatan Mi Lethek yang Memanfaatkan Tenaga Sapi

Perusahaan pembuat mi lethek yang satu ini tetap mempertahankan gaya tradisionalnya. Mulai pembuatan mi hingga perekrutan pekerja. Hasilnya, perusahaan mampu bertahan hingga lebih dari...

Belajarlah dari Bumi Pertiwi

RADARSEMARANG.COM - DUNIA selalu berubah. Kehidupan yang dulu primitif, kini berubah modern. Nilai-nilai kehidupan pun berubah, seiring perubahan zaman dan peradaban. Yang dulu hanya...

UPPD Datangi Pengemplang Pajak Kendaraan

UNGARAN–Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak mulai dilakukan. Salah satunya dengan mendatangi langsung para Wajib Pajak (WP). Kepala Unit Pelayanan Pendapatan...

Loloskan 41 Proposal

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mendapatkan 41 pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa dari dana hibah Kemenristek Dikti 2018. Jumlah itu merupakan terbanyak ketiga secara...

Dijerat dengan Pasal Pembunuhan Berencana

MUNGKID—Sidang kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara Kresna Wahyu Nurohmad, dengan terdakwa AMR, 16, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang, kemarin (25/4)....