SPAM Semarang Barat Atasi

549
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah Semarang Barat rencananya akan dimulai pada April 2019 mendatang dan ditarget selesai awal 2021. SPAM dinilai akan mengatasi persoalan krisis air bersih di Kota Semarang.

”Saat ini sedang dalam progres pembebasan lahan dan sudah 90 persen dengan dana sekitar Rp 100 miliar. Tahun 2021 awal diharapkan air sudah bisa mengalir ke pelanggan,” ujar Penjabat sementara (Pjs) Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan.

Farchan menjelaskan jaringan SPAM  Semarang Barat memiliki kapasitas 1.000 liter per detik yang diambil dari waduk Jatibarang. SPAM, nantinya akan menyuplai tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan.

”Nantinya SPAM Semarang Barat akan mengaliri 60-70 ribu sambungan,” jelas Farchan sembari menambahkan estimasi pembiayaan SPAM ini mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara itu setelah SPAM Semarang Barat beroperasi, IPA Kaligarang yang selama ini mengaliri di sebagian wilayah Ngaliyan dan Semarang Barat akan dialihkan ke wilayah Tengah dan Utara. Dengan demikian diharapkan beban IPA Kudu yang selama ini juga memasok kebutuhan wilayah tengah menjadi lebih ringan. Selanjutnya, IPA Kudu dapat berkonsentrasi menyuplai air bersih khusus wilayah Timur.

Pengerjaan SPAM ini, dilakukan dengan subsidi pemerintah pusat dan pemerintah kota. Sementara pihak konsorsium diberikan porsi sejumlah Rp 548 miliar. Dengan subsidi pemerintah, harga yang harus dibayarkan masyarakat menjadi lebih murah yakni sekitar Rp 5.841 per kubiknya. Tarif ini, dikatakannya, jauh lebih murah dibanding tarif tanpa ada dukungan dana pemerintah, yang bisa mencapai Rp 13.158.

Bukan semata mata hanya karena kebutuhan air bersih, SPAM Semarang Barat juga ditargetkan bisa mengatasi permasalahan lingkungan Kota Semarang. Utamanya, megurangi pegambilan air bawah tanah untuk meminimalisir land subsidance. ”Dengan adanya SPAM ini ke depan akan kita dorong untuk mengurangi pengambilan air tanah,” tegasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku track record PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, dari tahun ke tahun terus dievaluasi. “PDAM harus bisa menindaklanjuti segala bentuk keluhan maupun laporan dari masyarakat dengan cepat,” katanya.

Bagaimanapun, PDAM adalah Perusda yang melayani masyarakat dan tak terlepas dari keluhan dan laporan. Maka perbaikan pengelolaan dan pelayanan masyarakat harus menjadi hal paling utama. (sga/zal)