Sharp Targetkan Kenaikan 30 Persen

Lemari Es dan Rice Cooker Melonjak

827
HOME TECH : Managing Director Global Elektronik saat pembukaan HomeTech ke-39 di show room Jalan Pandanaran Semarang. (TRI SUTRISTYANINGTYAS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HOME TECH : Managing Director Global Elektronik saat pembukaan HomeTech ke-39 di show room Jalan Pandanaran Semarang. (TRI SUTRISTYANINGTYAS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Permintaan lemari es dan rice cooker pada Ramadan kali ini, mendominasi pasar. Lantaran banyak kalangan rumah tangga yang membutuhkan kedua peralatan tersebut selama bulan puasa.

Branch Manager PT Sharp Elektronik Indonesia Semarang, Yan Theodore, mengatakan bahwa khusus bulan Ramadan ini, Sharp menargetkan penjualan naik 30 persen. Penjualan tertinggi masih dikuasai lemari es sekitar 40 persen. “Peningkatan ini sudah biasa terjadi pada bulan puasa dan menjadi puncak pejualan elektronik,” jelas Yan Theodore di sela-sela pameran HomeTech ke-39 di Global Elektronik, Senin (28/5) kemarin.

Selain penjualan lemari es, jelasnya, penjualan AC juga mengalami peningkatan yang luar biasa hingga 30 persen. Secara total penjualan Sharp sampai saat ini sudah tumbuh 125 persen. Menyinggung penjualan TV, masih stabil karena tren penjualan elektronik di bulan puasa didominasi produk pendingin. “Apalagi cuaca saat ini cukup panas,” tambah Yan

Ditambahkan, khusus produk lemari es yang dibuat di pabrik Indonesia sudah memiliki sertifikat halal. Jadi, tidak hanya makanan yang bersertifikat halal. Khusus untuk kulkas yang buatan pabrik lokal di Karawang, pembuatannya sudah menggunakan pelumas atau minyak yang tidak menggunakan bahan gelatin.

Sementara Managing Director Superstore Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto mengatakan bahwa respon masyarakat terhadap pameran ini sangat bagus. Khusus untuk produk peralatan dapur seperti rice cooker dan mixer meningkat 28 persen.

“Kami optimistis, penjualan elektronik pada pameran kali ini akan naik dua kali lipat. Karena, selama pameran harga tidak akan naik, meskipun pabrikan sudah mengumumkan harga elektronik akan naik 8-12 persen, akibat melemahnya rupiah terhadap dolar,” jelas Andy. (tya/ida)