Radius 10 Km dari Puncak Dikosongkan

2713
LETUSAN FREATIK: Suasana Gunung Merapi saat Mengeluarkan Asap, Jumat (11/5) pagi. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
LETUSAN FREATIK: Suasana Gunung Merapi saat Mengeluarkan Asap, Jumat (11/5) pagi. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID– Warga lereng Merapi diharapkan tidak berada di wilayah radius 10 kilometer dari puncak gunung yang saat berstatus waspada tersebut. Kepala desa juga diminta untuk mempersiapkan warganya untuk sementara tidak lagi menetap di radius 3-4 kilometer dari puncak Merapi.

“Kami minta kepada para kepala daerah untuk menindaklanjuti imbauan Plt Gubernur agar koordinasi dengan kades di daerah lereng Gunung Merapi untuk berada pada radius 10 kilometer supaya lebih aman atau safety, daripada harus tergopoh-gopoh memindahkan warganya saat terjadi erupsi Gunung Merapi,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana dalam koordinasi (rakor) Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Senin (28/5).

Sarwa juga menyampaikan, evakuasi hewan ternak juga merupakan hal yang sangat penting. “Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, para warga ini enggan untuk mengungsi karena alasan hewan ternak mereka. Karena salah satu harta yang mereka miliki adalah hewan ternak itu. Atau mungkin pemerintah harus membuat kebijakan, bagaimana pengusaha lokal untuk bisa membeli hewan ternak tersebut, tetapi dengan catatan sesuai harga di pasaran,” harap Sarwa.

Pjs Bupati Magelang Tavip Supriyanto menjelaskan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk mempersiapkan diri apabila adanya peningkatan aktivitas atau status Gunung Merapi. “Jadi masing-masing SKPD kita cek sesuai dengan tugas fungsi mereka, kemudian tempat evakuasi akhir juga sudah kita cek dan jalur evakuasi juga sudah kita lakukan pemeriksaan dan kita persiapkan. Apabila ada yang mengalami kerusakan, maka akan segera kita perbaiki,” jelas Tavip.

Selain itu, lanjut Tavip, pengaturan desa bersaudara atau sister village, juga sudah dipersiapkan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila benar-benar ada letusan, maka masyarakat tidak panik dan dapat dikoordinasi dengan baik. “Tujuannya adalah zero korban jiwa (agar tidak ada korban jiwa),” jelasnya. (san/ton)