Kapolda Optimistis H-10 Tol Bisa Dilalui

327
SAMBUT ARUS MUDIK : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono meninjau jalan tol Pemalang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SAMBUT ARUS MUDIK : Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono meninjau jalan tol Pemalang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono optimistis jalur tol Pemalang – Gringsing bisa dilalui secara fungsional. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan cek kesipan jalur tol Pemalang-Batang dan Batang- Semarang Senin (28/5/18) sore.

“Pada H-10 baik ruas area maupun infrastruktur jembatan Kaliboyo bisa selesai, namun untuk jembatan Kali Kuto Kecamatan Gringsing bisa baru dilalui H-3,” jelas kapolda.

Ia juga mengatakan puncak arus mudik diprediksi 8 Juni, sehingga dari H-7 sampai H-3 sementara arus mudik akan keluar di Gringsing, dengan melintas kira-kira lima ratus meter jembatan Kali Kuto masuk lagi ke jalan tol.

“Untuk H-3 jembatan tol Kali Kuto bisa dilalui oleh pemudik. Sehingga nantinya akan ada buka tutup antara exit Gringsing ke pantura dengan menggunakan sisitem kontra flow. Ini yang juga akan menjadai titik kemacetan,” ucap Condro Kirono.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengatasi kemacetan, pihaknya akan menurunkan 21.000 personel di seluruh Jawa Tengah. Namun untuk wilayah pantura akan ditambah 1.200 personel.

“Kekuatan Jawa Tengah mendapat bantuan dari siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polisi yang seharusnya libur akan diperbantukan H-3 sampai H-1 di Jawa Tengah yang akan diprioritaskan di jalan tol,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Batang Wihaji yang ikut meninjau, berharap jalan tol tersebut sudah bisa digunakan walaupun statusnya fungsional.

 “Progres jalan tol akan kami pantau terus. Sedangkan rest area di jalan tol ada dua yaitu di Candi Areng dan Gringsing,” paparnya.

Pemkab juga siap memberikan pelayanan di poko-posko kesehatan dari dinas kesehatan dan RSUD Kali Sari Batang serta  RSUD Limpung Batang. Juga ada tim layanan kesehatan Si Slamet 119 melalui android untuk berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat saat terjadi kecelakaan.

“Manfaatkan sistem Si Slamet 119 sebagai sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Tim kesehatan akan mobile menggunakan sepeda motor lengkap dengan peralatan kesehatannya, di samping ambulans,” ujar Wihaji.

Kepala Pelaksana Lapangan Pembangunan Proyek Jembatan Kali Kuto Jajang Asparin mengatakan,  jembatan Kali Kuta sepanjang 100 meter dengan lebar 32 meter, pembangunannya sudah 75 persen.

“Kita usahakan jembatan Kali Kuto pada H-3 bisa dilalui arus mudik khususnya kendaraan minibus. Atau kendaraan kecil saja. Belum bisa  dilalui oleh truk,” tandas Jajang Asparin. (han/lis)