RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perkara kepemilikan mercuri ilegal yang menjerat Direktur Utama PT Sumber Dana Berkah Abadi (PT SDBA), Teti Sumiati, tak kunjung usai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Meski tergolong lama disidangkan, jadwal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Senin (28/5), justru ditunda. Alasannya klasik, berkas tuntutan belum siap.

Kuasa hukum Teti Sumiati, John Richard Latuihamallo menyebutkan, dalam kasus itu seharusnya pemilik mercuri yang paling layak ditersangkakan. Pasalnya, kliennya hanyalah pembeli dan sifatnya hanya perantara bukam pemasok apalagi distributor. Sehingga ia menilai, kliennya hanya korban dalam perkara tersebut, karena rekayasa oknum. “Dalam kasus ini ada ketimpangan hukum. Seharusnya bukan tersangka, tapi dipersalahkan,” kata John, usai mendengar sidang tuntutan ditunda.

Sementara itu, kasus tersebut telah diregister di PN Semarang, sejak 21 Februari 2018 lalu. Adapun klasifikasi perkaranya masuk ke dalam pertambangan mineral dan batubara. (jks/ida)