33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Bagaimana Kita Berdoa ?

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai Izzuddin. Saya mau tanya, bagaimana sebaiknya kita berdoa? Apakah doa diucapkan dengan suara keras dan bahkan menggunakannya pengeras suara? Ataukah cukup dilakukan dalam hati? Mohon penjelasan terperinci dari Pak Kiai. Terimaksih.

Hamdan 085712050XXX di Banyumanik

Jawaban

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah Bapak Hamdan yang saya hormati dan dirahmati Allah, terima kasih atas doa dan pertanyaannya. Sebagian sahabat Nabi SAW bertanya kepada beliau, “Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita memohon kepada-Nya dengan suara berbisik ataukah jauh sehingga kita menyeru-Nya dengan suara nyaring?” Alquran turut menjawab mereka, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah bahwa) Aku dekat. Kupernankan doa yang memohon bila dia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).

Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa sahabat Nabi, Abu Bakar berdoa dengan suara yang terdengar sayup dengan alasan Allah mengetahui hajatku. Sedangkan Umar berdoa dengan suara keras sambil berkata, “Aku mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk atau tidur.” Lalu turunlah ayat berikut ini: “Janganlah mengeraskan suaramu dalam salat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya. (QS. Al-Isra’ [17]: 110).

Nabi kemudian berpesan kepada Abu Bakar agar menambah sedikit volume suaranya dan berpesan kepada Umar agar merendahkan suaranya. Karena itu, jika doa dilakukan bersama di hadapan orang banyak, maka tidak ada halangan untuk menggunakan pengeras suara dengan tujuan memperdengarkan doa kepada hadirin dan bahkan untuk menyentakkan orang yang ngantuk atau membangunkan orang yang tidur. Akan tetapi, jika doa dilakukan sendiri, maka hendaknya doanya didengar oleh telinga orang yang berdoa dan bukan sekedar melintaskan ucapan dalam hati. Sekian jawaban saya semoga manfaat. Amin (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Sempat Keluar Sebelum Mobil Terjun ke Parit

WONOSOBO - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Raya Kertek-Wonosobo, Selasa (26/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah mobil Suzuki Grand Vitara bernomor polisi B...

Gunung Tidar Kekurangan Pohon Buah

MAGELANG – Semakin bertambahnya jumlah kera di Gunung Tidar yang kini mencapai ratusan ekor menjadikan pasokan makanannya semakin menipis. Untuk itu, Gunung Tidar banyak...

Danlanal Gowes Bareng dengan Kosti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komandan Lanal Semarang (Danlanal Semarang) Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo mengajak gowes bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia  (Kosti) wilayah Semarang, Minggu (22/7)....

Hendi Terima Penghargaan Internasional

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kembali mendapat penghargaan bertaraf internasional pada gelaran SIP Planning Awards, di Singapura, Kamis (21/9). Bertempat di The...

Kepala SD Diduga Terlibat Penipuan

SEMARANG - Kepala SD yang ada di Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik, berinisial B, diperiksa penyidik kepolisian Polrestabes Semarang. Pemeriksaan ini terkait dugaan kasus penipuan...

Ganjar Dekat Rakyat, Patut Dilanjutkan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Selama menjabat Gubernur Jateng periode pertama, Ganjar Pranowo dinilai dekat dengan rakyat. Karena itulah kepemimpinan politikus PDIP ini layak dilanjutkan pada periode kedua. Pendapat...