Bagaimana Kita Berdoa ?

224

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai Izzuddin. Saya mau tanya, bagaimana sebaiknya kita berdoa? Apakah doa diucapkan dengan suara keras dan bahkan menggunakannya pengeras suara? Ataukah cukup dilakukan dalam hati? Mohon penjelasan terperinci dari Pak Kiai. Terimaksih.

Hamdan 085712050XXX di Banyumanik

Jawaban

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah Bapak Hamdan yang saya hormati dan dirahmati Allah, terima kasih atas doa dan pertanyaannya. Sebagian sahabat Nabi SAW bertanya kepada beliau, “Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita memohon kepada-Nya dengan suara berbisik ataukah jauh sehingga kita menyeru-Nya dengan suara nyaring?” Alquran turut menjawab mereka, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah bahwa) Aku dekat. Kupernankan doa yang memohon bila dia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).

Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa sahabat Nabi, Abu Bakar berdoa dengan suara yang terdengar sayup dengan alasan Allah mengetahui hajatku. Sedangkan Umar berdoa dengan suara keras sambil berkata, “Aku mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk atau tidur.” Lalu turunlah ayat berikut ini: “Janganlah mengeraskan suaramu dalam salat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya. (QS. Al-Isra’ [17]: 110).

Nabi kemudian berpesan kepada Abu Bakar agar menambah sedikit volume suaranya dan berpesan kepada Umar agar merendahkan suaranya. Karena itu, jika doa dilakukan bersama di hadapan orang banyak, maka tidak ada halangan untuk menggunakan pengeras suara dengan tujuan memperdengarkan doa kepada hadirin dan bahkan untuk menyentakkan orang yang ngantuk atau membangunkan orang yang tidur. Akan tetapi, jika doa dilakukan sendiri, maka hendaknya doanya didengar oleh telinga orang yang berdoa dan bukan sekedar melintaskan ucapan dalam hati. Sekian jawaban saya semoga manfaat. Amin (*/ida)