Masyarakat Jateng Ingin Perubahan

218
OPTIMISTIS: Calon Gubernur Jateng Sudirman Said dan Wakilnya, Ida Fauziyah, bersama pengurus parpol pendukung di Hotel Grand Candi Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)
OPTIMISTIS: Calon Gubernur Jateng Sudirman Said dan Wakilnya, Ida Fauziyah, bersama pengurus parpol pendukung di Hotel Grand Candi Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said optimistis perubahan akan terjadi di Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 mendatang. Pasalnya, setelah berkeliling ke seluruh Jateng setahun terakhir, ia menangkap ada keinginan yang kuat dari masyarakat Jateng untuk berubah ke arah yang lebih baik.

“Perubahan di Jateng adalah keniscayaan. Semua elemen masyarakat yang saya temui setahun terakhir ini, baik petani, buruh, nelayan, para kiai dan ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar, dan elemen lainnya menginginkan perubahan di Jateng,” kata Pak Dirman di sela acara buka puasa bersama di Hotel Grand Candi Semarang, Minggu (27/5).

Kondisi ini, menurut Pak Dirman,  memang bertolak belakang dengan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei, yang seperti berlomba mematikan harapan perubahan di Jateng. “Tetapi keadaan di lapangan menunjukkan sebaliknya.  Harapan dan semangat perubahan semakin hidup menyala,” ungkapnya.

Pak Dirman menyampaikan,  tren keterkenalan dan keterpilihannya juga mengalami kenaikan yang signifikan. Dan pada saatnya akan melampaui tingkat keterpilihan calon petahana.

Untuk itu, Pak Dirman menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas kerja keras pimpinan dan kader parpol pendukung, relawan, dan elemen-elemen pendukung lainnya. Keterbatasan dan tekanan ternyata tak membuat elemen-elemen tersebut berhenti bergerak. Sebaliknya, justru membuat kader-kader penggerak pemenangan makin semangat dan makin militan. “Di mana-mana muncul inisiatif mandiri kerelawanan yang sesungguhnya. Ini wujud partisipasi dan demokrasi sejati,” ujar dia.

Pak Dirman menyampaikan, pihaknya  banyak mengalami tekanan dan ketidakadilan.  Dilarang naik mimbar di beberapa tempat.  Diminta menghentikan pidato.   “Kami menerima keluhan dari Panwas dan petugas lapangan, banyak di antara mereka bekerja dalam tekanan oleh penguasa atau kepala daerah yang berbeda pilihan dengan kami,” ungkapnya.

Namun itu semua justru makin meningkatkan semangat dan militansi kader penggerak untuk terus mensosialisasikan dirinya ke masyarakat Jateng. Di ratusan titik di seluruh Jateng bermunculan kelompok-kelompok penggerak pemenangan, secara suka rela.

Dalam kesempatan itu, Pak Dirman berpesan jangan sampai keinginan masyarakat Jateng untuk menghadirkan perubahan diciderai dengan kecurangan. Pihaknya sudah menengarai ada upaya-upaya untuk melakukan kecurangan dalam Pilgub Jateng.  Waspadai kecurangan.  “Dalam waktu dekat kami akan sampaikan temuan-temuan kami atas upaya-upaya untuk menciderai demokrasi dan menista keinginan rakyat Jateng untuk berubah,” tandas dia.

Dalam kesempatan itu, Pak Dirman juga meminta agar seluruh elemen pendukungnya mewaspadai politik uang dan politik sembako. Cara-cara ini hanya akan menghancurkan esensi demokrasi.  Dulu ada yang khawatir suasana Jakarta akan terbawa ke Jateng. Dan kekhawatiran itu akan benar adanya kalau politik uang dan sembako hadir di Jateng.

“Ini harus sama-sama kita cegah agar proses demokrasi di Jateng berkualitas. Hanya demokrasi berkualitas yang akan menghasilkan pemimpin yang baik, yang sesuai dengan pilihan rakyat,” pungkas Pak Dirman. (fth/aro)