33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Manfaatkan Minyak Jelantah dan Serbuk Marmer

Tiga Mahasiswa Undip Kembangkan Bahan Bakar Pengganti Solar

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengembangkan Mer-C atau Membrane Separation & Catalyst dari limbah serbuk marmer.  Mer-C ini untuk produksi biodiesel pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

TIGA mahasiswa kreatif itu adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo, dan Ummi Az Zuhra. Di bawah bimbingan dosen Prof Dr Andri Cahyo Kumoro ST MT, ketiganya berinovasi menciptakan bahan bakar alternatif pengganti solar yakni biodiesel yang masih terbatas penggunaannya. Hal tersebut dikarenakan dalam produksi biodiesel tidak digunakan proses yang sederhana, dan tidak memerlukan konsumsi energi yang tinggi. Hal ini menyebabkan harga biodiesel 2 kali lebih mahal dibandingkan solar.

“Berdasarkan pertimbangan proses produksi, konsumsi energi dan harga jual biodiesel yang tinggi, maka dikembangkan metode sederhana pembuatan dan pemurnian biodiesel dengan memanfaatkan bahan baku minyak jelantah (minyak sisa penggorengan) menggunakan membran yang berasal dari limbah serbuk marmer. Membran adalah lapisan tipis yang biasanya digunakan dalam pemurnian air,” jelas Ketua Tim PKM Mer-C Misbahudin Alhanif kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berbeda dari penelitian sebelumnya, lanjut Misbahudin, produksi biodiesel dengan menggunakan membran limbah serbuk marmer ini dapat dilakukan secara kontinyu dan simultan. Hal ini akan meningkatkan jumlah biodiesel yang dapat diproduksi hingga diperoleh biodiesel dengan harga yang murah.

Selain itu, lanjut dia, proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan teknologi membran sangat sederhana, yakni dengan memanaskan campuran minyak jelantah dan metanol disertai penyaringan selama proses berlangsung hingga diperoleh biodiesel. Sehingga sebenarnya masyarakat dapat menghasilkannya sendiri di rumah dengan memanaskan minyak jelantah dan alkohol (metanol) dengan menggunakan membran Mer-C ini.

“Pada penelitian ini, limbah serbuk marmer yang digunakan berasal dari industri pengrajin marmer di Kabupaten Tulungagung,” tuturnya.

Kandungan CaO yang tinggi sekitar 60 persen dari limbah serbuk marmer menjadi potensi yang besar untuk dijadikan katalis basa dalam pembuatan membran. Selain itu, bahan baku pembuatan biodiesel juga berasal dari minyak jelantah yang selama ini hanya menjadi limbah yang sulit ditangani.

Inovasi yang telah mendapatlan dana hibah penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dari Kemenristekdikti tahun 2018 ini diharapkan menjawab permasalahan produksi biodiesel sebagai bahan bakar pengganti solar yang ramah lingkungan. Sehingga biodiesel dapat diproduksi dengan metode yang sederhana.

“Konsumsi energi biodiesel juga rendah dan memiliki harga jual yang mampu bersaing dengan bahan bakar fosil, serta memanfaatkan lebih lanjut limbah serbuk marmer dan minyak jelantah yang masih minim pemanfaatannya,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Polisi Belum Tetapkan Tersangka

MUNGKID - Polres Magelang masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus pariwisata PO Subur Jaya yang membawa rombongan siswa kelas XII SMK Panca Karya Sentul Bogor,...

Tingkatkan Kualitas Agen CAR

SEMARANG - Sebagai bukti komitmen PT AJ Central Asia Raya (CAR) untuk mengedukasi tentang produk asuransi dan memfasilitasi para agen agar mendapatkan sertifikasi keagenan,...

Warga Demak Perantauan Majukan Daerah Asal

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Warga Demak di perantauan yang tergabung dalam Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (Guyub Demi Nusa), Minggu (1/4) kemarin, melakukan aksi bakti sosial. Kegiatan...

PD BKK Pringsurat Butuh Rp 94 M

TEMANGGUNG– Pemerintah butuh anggaran besar untuk menyelesaikan masalah likuiditas di PD BKK Pringsurat. Setidaknya butuh dana hingga Rp 94 miliar. Dana tersebut bisa diambilkan...

Ada Kesalahan Teknis, Grider Diturunkan Lagi

BATANG-Pemasangan 1 grider/balok jembatan dari 12 grider di sepanjang 50,8 meter di fly over Kandeman, Kabupaten Batang, gagal. Lantaran ada persoalan teknis, sehingga dilepas...

Simpang Lima Banjir, Karena Cekungan

SEMARANG-Kondisi saluran atau drainase di Kota Semarang cukup memprihatinkan ketika terjadi hujan deras. Tak jarang saluran tersumbat sehingga mengakibatkan banjir. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi...