33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Belajar Pengelolaan Aset di Tanjung Pinang

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, TANJUNG PINANG – Selama 3 kali berturut-turut, Pemerintah Kota Tanjungpinang mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Provinsi Kepulauan Riau. Atas prestasi tersebut, Kabupaten Batang melalui anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar studi banding tentang pengelolaan aset.

Kunjungan kerja yang dilakukan pada Selasa (22/5/2018) lalu, rombongan ditemui oleh Kabag Administrasi Kesekretariatan DPRD Kota Tanjungpinang Yussuwadita, Kasubid Penghapusan dan Pemanfaatan Aset Kota Yudi Ramdani dan beberapa staf. Dijelaskan Yudi Ramdani, Pemerintah Kota Tanjung Pinang memang menerima penilaian WTP secara berturut-turut, yaitu dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Pada awal pemerintahaan, mereka hanya melakukan pencatatan aset secara standar, sehingga pemerintah setempat langsung memutuskan melakukan kerjasama langsung dengan BPK RI, untuk bisa membuat laporan kekuangan dan aset secara tepat.

“Awalnya kita pakai pencatatan manual dan beralih ke aplikasi namun mandiri. Karena kurang tepat, sejak 2014 kami beralih menggunakan aplikasi dari BPKR RI, yaitu SIMDA BMD,” terangnya.

Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Barang Milik Daerah (BMD) ini, sebut Yudi juga digunakan sebagian besar pemerintahan di tanah air dan terbukti bisa berikan laporan yang tepat. Pada awal penggunan sistem baru, pihaknya selain melakukan perbaikan data, didukung langsung dengan melakukan cek lapangan. Terutama segala akses dan aset yang sudah dimiliki selama ini.

Dari pantuan secara data dan fisik kemudian dicocokkan dengan menggunakan aplikasi. Sehingga ketika tercatat dan terintegrasi, akan memudahkan dalam membuat laporan.

Ditambahkan Yussuwadita, keuangan negara memang wajib dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang–undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan. “Kita terus dapat WTP, berarti pengelolaan keuangan Pemko Tanjungpinang sudah sesuai dengan kaidah-kaidah yang diatur tentang keuangan daerah.”

Atas pencapaian tersebut, anggota Komisi A yang diwakili oleh Ketua Komisi Purwanto, menyatakan, pencatatan aset sebuah daerah memang cukup krusial. Karena tidak saja pelaporan keuangan saja yang harus dicatat secara tepat, aset juga penting. “Kadang aset menjadi ganjalan dalam pelaporan BPK, sehingga sering suatu daerah tidak memperoleh WTP. Untuk itu Batang harus bisa lebih baik dalam segala pencatatan dan pelaporan keuangan ini ke depan,” harap Purwanto. (han/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tim Putra Jateng Juarai Kejurnas Voli Indoor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tim Voli Junior Putra Jawa Tengah menjuarai Kejurnas Voli Indoor Junior 2017. Mereka berhasil melibas tim DKI dengan skor 3-1, pada...

4 Tahun Kasus Dugaan Penipuan Jalan di Tempat

SEMARANG – Salah satu pemegang saham perusahaan PT Albeta Wijaya, Kristina Setiawati, selaku pihak pelapor mempertanyakan kejelasan kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang telah...

Okupansi Hotel Capai 100 Persen

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Libur Natal dan Tahun baru, okupansi hotel di Kabupaten Semarang mencapai 100 persen. Ketua Badan Pimpinan Cabang Persatuan Hotel dan Restoran...

Pedagang Keluhkan Fasilitas Pasar Simongan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah pedagang Pasar Simongan Semarang mengaku siap menempati bangunan baru. Namun mereka mengeluhkan pembangunan yang digarap oleh kontaktor PT Dinamika Persada...

UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

MUNGKID — Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat, bisa mengancam nilai-nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah...

Ingin Lihat Sunrise, Berakhir di Jalan Sempit

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Aplikasi peta online kembali menyesatkan penggunanya. Rombongan wisatawan yang akan melihat sunrise atau matahari terbit di Bukit Sikunir Kecamatan Kejajar Kabupaten...