RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Terdakwa anak, berinisial NW,14, divonis pidana 6 bulan pelatihan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Setelah nekat mencuri sepeda motor Yamaha Mio milik dua orang yang sempat membokingnya berbuat asusila, yakni Dermawan dan Fauzi.

“Klien kami NW vonisnya sama dengan tuntutan jaksa, yakni pidana 6 bulan pelatihan. Dia (NW, red) dianggap hakim bersalah melanggar Pasal 363 KUHP, vonisnya baru Selasa (22/5) lalu, ” kata kuasa hukum NW, Putro Satuhu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (27/5).

Sebenarnya, kata Putro, adalah anak yang kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya. Namun, karena kedua orang tuanya berjanji memberikan perhatian penuh, sehingga ia berharap hakim tunggal bisa memberikan putusan dengan mengembalikan anak tersebut kepada orangtuanya.

“Tapi kalau hakim tunggal berpendapat bahwa tuntutan jaksa, bisa lebih baik bagi klien kami di masa mendatang, kami mendukung putusan hakim tersebut. Apalagi pasal yang didakwakan sudah dibuktikan dalam persidangan dan diakui oleh NW,” sebutnya.

Pihaknya juga memastikan, kedua orangtua kliennya sudah menyatakan, masih sanggup merawat dan mengurus kliennya. Ia menilai permasalahan tersebut,  muncul dilatarbelakangi kurangnya perhatian dari kedua orangtuanya, sehingga kehidupan kliennya menjadi kelam. “Klien kami sudah berjanji tidak kembali melakukan perbuatan pencurian maupun asusila. Kalau mengulangi lagi, kami persilahkan dihukum sesuai kaidah hukum yang ada,” ujarnya.

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Kota Semarang, Fitri menuntut majelis hakim dengan pidana 6 bulan pelatihan. Adapun kronologisnya bermula pada 30 April 2018 lalu di kawasan Polder Tawang, Semarang. Saat itu, NW dirayu kedua korban Dermawan dan Fauzi. Akhirnya terjadi kesepakatan memboking NW, dengan iming-iming akan diberi sejumlah uang. Kemudian kedua korban membawa pelaku ke Hotel Kudus, Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Setelah melakukan tindakan asusila, terdakwa NW meminta diantar pulang, namun korban tidak bersedia dengan alasan masih mengantuk dan ingin tidur terlebih dahulu. Begitu bangun tidur, sepeda motor korban (Mio) yang masih kredit raib. Sekitar 2 minggu kemudian NW yang merupakan warga Semarang Utara ini, langsung menyerahkan diri ke Polsek Semarang Utara didampingi orangtuanya, Akibat kasus itu, terdakwa NW dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Fitri dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (jks/ida)