33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Anak Asusila dan Mencuri,  Mencuri Divonis 6 Bulan Pelatihan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Terdakwa anak, berinisial NW,14, divonis pidana 6 bulan pelatihan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Setelah nekat mencuri sepeda motor Yamaha Mio milik dua orang yang sempat membokingnya berbuat asusila, yakni Dermawan dan Fauzi.

“Klien kami NW vonisnya sama dengan tuntutan jaksa, yakni pidana 6 bulan pelatihan. Dia (NW, red) dianggap hakim bersalah melanggar Pasal 363 KUHP, vonisnya baru Selasa (22/5) lalu, ” kata kuasa hukum NW, Putro Satuhu, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (27/5).

Sebenarnya, kata Putro, adalah anak yang kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya. Namun, karena kedua orang tuanya berjanji memberikan perhatian penuh, sehingga ia berharap hakim tunggal bisa memberikan putusan dengan mengembalikan anak tersebut kepada orangtuanya.

“Tapi kalau hakim tunggal berpendapat bahwa tuntutan jaksa, bisa lebih baik bagi klien kami di masa mendatang, kami mendukung putusan hakim tersebut. Apalagi pasal yang didakwakan sudah dibuktikan dalam persidangan dan diakui oleh NW,” sebutnya.

Pihaknya juga memastikan, kedua orangtua kliennya sudah menyatakan, masih sanggup merawat dan mengurus kliennya. Ia menilai permasalahan tersebut,  muncul dilatarbelakangi kurangnya perhatian dari kedua orangtuanya, sehingga kehidupan kliennya menjadi kelam. “Klien kami sudah berjanji tidak kembali melakukan perbuatan pencurian maupun asusila. Kalau mengulangi lagi, kami persilahkan dihukum sesuai kaidah hukum yang ada,” ujarnya.

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Kota Semarang, Fitri menuntut majelis hakim dengan pidana 6 bulan pelatihan. Adapun kronologisnya bermula pada 30 April 2018 lalu di kawasan Polder Tawang, Semarang. Saat itu, NW dirayu kedua korban Dermawan dan Fauzi. Akhirnya terjadi kesepakatan memboking NW, dengan iming-iming akan diberi sejumlah uang. Kemudian kedua korban membawa pelaku ke Hotel Kudus, Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Setelah melakukan tindakan asusila, terdakwa NW meminta diantar pulang, namun korban tidak bersedia dengan alasan masih mengantuk dan ingin tidur terlebih dahulu. Begitu bangun tidur, sepeda motor korban (Mio) yang masih kredit raib. Sekitar 2 minggu kemudian NW yang merupakan warga Semarang Utara ini, langsung menyerahkan diri ke Polsek Semarang Utara didampingi orangtuanya, Akibat kasus itu, terdakwa NW dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Fitri dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Calon Independen Butuh 1,7 Juta KTP

SALATIGA - Sudah ada lima orang yang melakukan konsultasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng untuk maju dari jalur independen dalam pemilihan gubernur (pilgub)...

Ibu Gendong Bayi Dijambret, Terekam CCTV

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebuah peristiwa kejahatan dengan modus penjambretan terjadi di Jalan Badak III Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Minggu (22/7) pagi. Korbannya seorang...

Jemaat Ahmadiyah Tidak Pernah Ganggu Ketertiban

RADARSEMARANG.COM, BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono telah 3 kali mengirimkan surat kepada pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk menghentikan aktivitasnya di Banjarnegara. Pihak...

Jalan Karangmanyar-Mewek Rusak Parah

PURBALINGGA – Ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Karangmanyar dan Kelurahan Mewek Kecamatan Kalimanah mengalami rusak parah dan butuh perbaikan. Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi...

Bank dan Rumah Warga Dilumat Api

JOGJA- Si jago merah, Jumat (3/11) kemarin, pukul 09.30, melahap sebagian bangunan Bank BTPN di Bintaran Tengah No 15 Mergangsan, Kota Yogyakarta. Dugaan sementara,...

Sejumlah Proyek Molor

CILACAP – Sejumlah proyek yang didanai APBD Kabupaten Cilacap dipastikan mengalami keterlambatan dari target yang sudah ditetapkan. Salah satunya paket pekerjaan perbaikan dua jembatan...