Oleh: Rini Setyaningsih SPd SD
Oleh: Rini Setyaningsih SPd SD

RADARSEMARANG.COM – ANAK usia SD masih perlu banyak belajar tentang membaca menulis permulaan (MMP). Agar lebih mudah dalam mengajarkan membaca menulis permulaan bisa menggunakan berbagai pendekatan yang bisa diapresiasi oleh anak. Dengan adanya berbagai pendekatan diharapkan dapat mempermudah dalam mengajarkannya. Adapun pendekatan-pendekatan tersebut antara lain sebagai berikut:

Pertama, pendekatan huruf. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan pendekatan ini memulai pembelajarannya dengan memperkenalkan huruf-huruf secara alfabetis. Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai dengan bunyinya menurut abjad. Pendekatan huruf ini memunculkan metode eja, hanya ketika mengeja bunyi bahasa dilafalkan sesuai bunyinya dalam urutan alphabet. Setelah melalui tahapan ini, para siswa diajak berkenalan dengan suku kata dengan cara merangkaikan beberapa huruf yang sudah dikenalnya, misalnya: b, a, d, u menjadi b-a àba ; d-u àdu dilafalkan /badu/.

Pengenalan kalimat-kalimat sederhana contoh –contoh perangkaian huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat diupayakan mengikuti pendekatan spiral, pendekatan komunikatif dan pengalaman berbahasa. Artinya, pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak.

Kedua, pendekatan bunyi. Proses pembelajaran membaca permulaan dengan pendekatan bunyi hampir sama dengan proses pembelajaran membaca permulan dengan pendekatan huruf. Perbedaannya terletak pada sistem pelafalan abjad atau huruf. Metode pembelajara MMP dengan pendekatan bunyi ini juga adalah metode eja. Prinsip dasar dan proses pembelajarannya sama dengan metode eja/abjad.

Ketiga, pendekatan suku kata. Proses pembelajaran MMP dengan pendekatan suku kata atau metode silabi diawali dengan memperkenalkan suku kata-suku kata, seperti /ba/, /bi/, /bu/, /be/,/bo/, dan seterusnya. Suku-suku kata tersebut, kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna. Sebagai contoh, dari daftar suku kata tadi, guru dapat membuat berbagai variasi paduan suku kata menjadi kata-kata bermakna, untuk bahan ajar MMP.

Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan proses perangkaian kata menjadi kelompok kata atau kalimat sederhana. Contoh perangkaian kata menjadi kalimat dimaksud, seperti: ka-ki; ku – da; ma – ta; ba – ju dan seterusnya.

Proses perangkaian suku kata menjadi kata, kata menjadi kelompok kata atau kalimat sederhana, kemudian ditindaklanjuti dengan proses pengupasan atau penguraian bentuk-bentuk tersebut menjadi satuan-satuan bahasa terkecil di bawahnya, yakni dari kalimat ke dalam kata-kata dan dari kata ke suku-suku kata.

Jika kita simpulkan, langkah-langkah pembelajaran MMP dengan metode rangkai kupas suku kata adalah pertama, pengenalan suku-suku kata; kedua, perangkaian suku-suku kata menjadi kata; ketiga, perangkaian kata menjadi kelompok kata atau kalimat sederhana; keempat, pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan.

Keempat, pendekatan kata. Pada proses pembelajaran MMP dengan metode ini melibatkan serangkaian proses pengupasan dan perangkaian maka metode yang muncul dikenal sebagai metode kupas-rangkai (sebagai lawan dari metode suku kata yang biasa juga disebut metode rangkai-kupas). Sebagaian orang menyebut metode kata atau metode kata lembaga.

Kelima,  pendekatan kalimat Dalam pendektan kalimat biasanya digunakan  gambar. Dibawah gambar biasanya dituliskan sebuah kalimat merujuk pada makna gambar tersebut. Sehingga pendekatan ini memunculkan metode global.  Proses penguraian kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf, tidak disertai dengan proses sintesis (perangkaian kembali). Artinya, huruf-huruf yang telah terurai itu tidak dikembalikan lagi pada satuan diatasnya yaitu suku kata.

Keenam,  pendekatan cerita. Pendekatan ini akan memulai pembelajaran membaca menulis permulaan dengan cerita, karena memandang membaca dna menulis sebagai suatu usaha memberi makna secara keseluruhan terhadap lambang-lambang. Dari cerita itulah pengenalan lambang-lambang bunyi berpangkal tolak. Metode yang sesuai dengan pendekatan ini adalah metode SAS.

Itulah beberapa pendekatan dalam mengajarkan membaca menulis permulaan yang dapat diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dan dapat meningkatkan tujuan serta hasil yang maksimal dalam pembelajaran. (tj3/2/aro)

Guru SD Negeri  Karangroto 03