Menikmati Lubang Sewu Hingga Sensasi Desa Kumejing

Menelusuri Waduk Wadaslintang

798
SPOT FOTO: Waduk Wadaslintang memiliki pemandangan alam yang apik dengan dikelilingi bebatuan padas besar menjadikan spot foto yang unik. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SPOT FOTO: Waduk Wadaslintang memiliki pemandangan alam yang apik dengan dikelilingi bebatuan padas besar menjadikan spot foto yang unik. (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SATU Lagi kawasan wisata di Wonosobo, Jawa Tengah yang harus masuk agenda liburan Anda, yakni Menelusuri Waduk Wadaslintang. Kawasan wisata ini memiliki pemandangan yang apik dan unik. Bayangkan, berada ditepian Waduk dengan hamparan air hijau, berdiri pada pualam bebatuan besar dengan tekstur menawan, menatap matahari tenggelam, sempurna.

Waduk Wadaslintang berada di ujung selatan Kabupaten Wonosobo. Berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo. Waduk ini memiliki sensasi menarik. Sedikitnya ada dua desa yang memanfaatkan Waduk sebagai objek wisata yaitu Desa Erorejo dan Kumejing Kecamatan Wadaslintang.

Desa Erorejo, berada di sisi timur Waduk Wadaslintang.  Rute menuju lokasi, dari jantung kota Wonosobo, menempuh jarak sekitar 1 jam dengan jarak sekitar 30 kilometer. Desa ini memiliki alam yang mempesona, berada di tepi Waduk dengan air hijau. Kawasan ini, sudah lama ada. Namun belakangan selalu padat wisatawan. Karena kondisi kemarau panjang, air Waduk surut. Ditepian Waduk tersebut, muncul bebatuan padas besar-besar menawan dengan tekstur yang unik.

Bongkahan bebatuan padas besar tersebut memiliki tekstur bergaris bergelombang. Ini akibat peristiwa alam, di mana guratan gelombang tersebut dibentuk oleh debit air Waduk bertahun-tahun. Sehingga liukan batu tampak cantik dengan warna kecoklatan. Menariknya, disela-sela batu muncul ribuan lubang yang bisa dimasuki manusia, ini menjadi alasan penduduk setempat menamai lokasi ini: Lubang Sewu.

Musim kemarau yang panjang, memberikan berkah bagi Desa Erorejo, karena wisatawan dengan mudah bisa berdiri di atas batu, bahkan bisa menyusupi tiap lubang. Belakangan, tiap akhir pekan jumlah penggunjung bisa mencapai 3000 orang.

Menyaksikan Aktivitas Nelayan Saat Matahari Terbenam    

Waduk Wadaslintang, selain memiliki pemandangan alam yang apik, juga menjadi tempat mencari nafkah bagi penduduk setempat. Banyak nelayan beraktivitas di Waduk ini. Bagi Wisatawan yang ingin berkeliling Waduk tidak perlu khawatir, karena banyak perahu yang menyediakan paket keliling Waduk. Untuk yang berlokasi di Desa Erorejo, bagi yang ingin menyaksikan bongkahan batu besar dari tengah Waduk, bisa naik perahu tempel. Ongkosnya murah cukup bayar Rp 10 ribu per orang, sudah bisa keliling Waduk sekitar 30 menit.

Saat menjelang senja, menjadi momentum yang menawam. Karena para Nelayan dari penduduk seputar, bersiap memburu ikan. Menggunakan perahu gethek, mereka hilir mudik keliling Waduk, sesekali melempar jala. Bagi yang hobi memotret momentum ini tak bisa ditinggalkan, membidik Nelayan saat beraktivitas bersamaan dengan matahari terbenam.

Sementara itu, Desa Kumejing menyuguhkan wisata berbeda. Meski sama sama mengandalkan wisata air. Kumejing memanfaatkan untuk uji adrenalin. Wisatawan diajak bermain banana boat kelilingi waduk.“Bagi yang suka ngopi, kami tawarkan ngopi di atas waduk,” ungkap Endar Kepala Desa Kumejing.

Untuk menjangkau ke Desa Kumejing, lanjut Endar, Wisatawan bisa melalui jalur darat dengan cara memutar. Atau lewat jalur waduk dengan naik perahu tempel. Jarak tempuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan jalur naik perahu tempel.“Kami sudah ada dermaga yang nyaman, wisatawan bisa langsung istirahat menikmati kelapa muda,”katanya.

Untuk restaurant apung , kata Endar, selain menawarkan berbagai kopi khas Wonosobo, juga menawarkan makanan khas Wadaslintang yakni ikan pepes dan nasi bucu. Wisatawan juga bisa menyaksikan industri pemanfaatan serabut kelapa menjadi sapu membersihkan rumah.“Kami kembangkan industri kreatif dari potensi yang kita miliki,”katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menyebutkan, Wonosobo bagian selatan menyimpan potensi alam dan budaya yang menarik. Selama ini belum begitu terexplore. Padahal sangat menarik dikunjungi. Beberapa wisata desa yang layak dikunjungi di antaranya Kumejing dan Erorejo serta seputar Waduk.

“Selain memiliki keindahan alam, juga memiliki keindahan budaya dan kuliner. Tradisi nasi bucu dan ikan pepesnyangangeni,” katanya.

Untuk meningkatkan pelayanan dan kunjungan wisata, Andang terus melakukan pendampingan terhadap desa wisata. Tujuannya melalui sektor wisata ini mampu membangkitkan perekonomian warga desa. Berbagai pelatihan hingga studi banding terus diberikan kepada pelaku desa wisata.“Tujuan pokoknya warga seputar desa mendapatkan pendapatkan dari sektor wisata, sehingga mampu menjadi alternate ekonomi,” pungkasnya. (Sumali Ibnu Chamid/bas)