KESULITAN LAPANGAN: M Yunus dkk selama ini menggunakan Stadion Citarum Semarang untuk menggelar latihan rutin. (Baskoro septiadi/jawa pos radar semarang)
KESULITAN LAPANGAN: M Yunus dkk selama ini menggunakan Stadion Citarum Semarang untuk menggelar latihan rutin. (Baskoro septiadi/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selain belum memiliki homebase tetap karena Stadion Jatidiri Semarang tengah di renovasi, tim PSIS Semarang saat ini juga mengalami kesulitan mendapatkan tempat latihan yang layak selama melakoni Liga 1.

Tim berjuluk Mahesa Jenar biasanya menggunakan lapangan Terang Bangsa Semarang dan Stadion Citarum Semarang. Namun dari dua tempat latihan tersebut hanya lapangan Terang Bangsa menurut General Managaer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto yang layak digunakan sebagai tempat berlatih.

Sedangkan Stadion Citarum semarang, menurut Liluk jauh dari kata layak. Stadion milik Pemkot Semarang itu memiliki kualityas lapangan termasuk rumput yang buruk sehingga cukup berisiko jika PSIS memaksakan berlatih di Stadion Citarum.

“Sedangkan untuk lapangan Terang Bangsa kami hanya bisa mneggunakan pagi hari karena sore jadwalnya padat. Selain itu kami juga tidak mendapatkan lapangan lain yang representatif untuk berlatih di Semarang. Kalau terpaksanya bisa kami juga berlatih di lapangan futsal yang tentu tidak efektif,” kata Liluk.

Oleh karena itu Liluk mengatakan, manajemen dan tim pelatih PSIS tengah menggodok kemungkinan untuk memboyong Haudi Abdillah dkk untuk menetap di Magelang. Karena selain kini berhomebase di Magelag, PSIS juga bisa mendapatkan beberapa tempat representatif untuk berlatih selama di Magelang.

“Di magelang ada Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang milik Kabupaten Magelang yang cukup representatif untuk pertandingan maupun latihan. Makanya saat ini kami tengah menggodok kemungkinan menetap di Magelang. Kalau memang jadi menetap tentunya kami juga akan pindah mess di Magelang,” sambung Liluk.

Selain pertimbangan lapangan latihan, Liluk mengatakan pertimbangan kondisi fisik pemain yang harus melakukan perjalanan Semarang-Magelang dan sebaliknya saat pertandingan juga menjadi pertimbangan manajemen.

“Kalau menetap di Magelang otomatis pemain tidak perlu bolak balik Semarang-Magelang yang tentu akan menghemat kondisi fisik. Intinya semua tengah kami matangkan termasuk plus minusnya jika kami menetap di Magelang,” beber Liluk.

Sementara setelah menelan tiga kali kekalahan beruntun, tim Mahesa Jenar bertekad mengamankan tiga poin penuh di matchday ke-11 menjamu Mitra Kukar di Stadion Moch Soebroto Senin (28/5) malam.

Di laga tersebut Haudi Abdillah dkk wajib mengamankan tiga poin penuh jika ingin beranjak dari posisi juru kunci klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi. Coach Vincenzo Alberto Annese menyoroti mental bertanding anak-anak.“Kami sudah evaluasi dan bertekad meraih poin penuh di pertandingan selanjutnya. Faktor mental menjadi faktor pertama yang harus kami perbaiki,” kata pelatih asal Italia tersebut. (bas)