AWARDING RADAR SEMARANG : Kepala Diskominfo Pemalang, Nugroho Budi Rahardjo (6 dari kiri) mewakili Bupati Junaedi menerima penghargaan Jawa Pos Radar Semarang sebagai Head of Region Developing Village Information System. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AWARDING RADAR SEMARANG : Kepala Diskominfo Pemalang, Nugroho Budi Rahardjo (6 dari kiri) mewakili Bupati Junaedi menerima penghargaan Jawa Pos Radar Semarang sebagai Head of Region Developing Village Information System. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – AWAL pengembangan TI Desa, diakui Bupati Junaedi berawal dari implementasi UU Desa tahun 2015 bahwa desa wajib menggunakan TI. Padahal, masyarakat desa maupun pemerintah desa belum semuanya mengetahui tentang teknologi. “Karena itulah, kami gagas cara meningkatkan masyarakat desa mel TI. Kemudian kami terapkan ebudgeting dan eplanning, sehingga semua orang bisa melihat dan berpartisipasi aktif,” katanya.

Bupati Junaedi juga mendorong peran serta masyarakat dalam mengawasi dana desa. Pasalnya, dengan sistem Sidekem dan sistem pengelolan keuangan desa, semua orang bisa melihat dan mengawasi.

“Saya bersyukur, Desa Jurangmangu, salah satu desa di Kecamatan Pulausari Kabupaten Pemalang yang berada di bawah Gunung Slamet, justru memasang papan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes),” tuturnya bangga dengan transparansi desa yang masif.

Karena itulah, imbuhnya, untuk program melek TI dan penguatan aplikasi di desa tahun 2018, salah satu peruntukan dana desa adalah pengadaan komputer. Setiap desa harus dilengkapi website desa yang memuat profil desa. Web desa ini, langsung dikoneksikan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Dikominfo) Kabupaten Pemalang. Sedangkan fungsionalnya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dispermasdes).

“Kami juga telah merespon program Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pembagian sejuta domain dan penguatan desa. Bahkan, kami dipandang responsif sehingga mendapatkan 2500 domain. Kami sudah membuat aplikasi lagi, sehingga pelayanan masyarakat di Pemalang akan mengarah ke digitalisasi,” jelasnya.

Ditegaskan, program pemerintahan harus ter-planning dan ada pengembangan. ”Saya membuat program TI Desa ini, bekerja sesuai dengan apa yang harus dilakukan. Kalau ada pengakuan dan mendapat penghargaan, itu bonus,” katanya. (adv/ida)