Warga Sandera Puluhan Truk 

319
MEDIASI : Bupati Asip Kholbihi, bersama Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melakukan mediasi antara warga dengan pengelola proyek jalan tol, di Balai Desa Wiradesa,kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
MEDIASI : Bupati Asip Kholbihi, bersama Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melakukan mediasi antara warga dengan pengelola proyek jalan tol, di Balai Desa Wiradesa,kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan truk dam yang melewati jalan raya Ketandan, Kecamatan Wiradesa, Jumat (25/5) kemarin,  disandera oleh warga Desa Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Warga geram dan kecewa karena sehari sebelumnya, terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut, dengan tewasnya Merlin Anggita,18, mahasiswi IAIN Pekalongan, warga Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, yang terjatuh dan tertabrak oleh salah satu truk pembawa matrial tanah.

Aksi ratusan warga turun ke jalan Kamis (24/5) malam, dilakukan spontan usai menunaikan salat tarawih, dan berlanjut pada Jumat (25/5), dengan menyandera truk dam proyek tol. Warga berduyun-duyun memblokir jalan provinsi di jalan raya Wiradesa, dan menghadang iring-iringan truk dum dari proyek tol yang melintas di jalur tersebut.

Proses negosiasi berlangsung alot antara warga dengan pelaksana proyek jalan tol. Akibatnya, puluhan truk dam tersandera warga dan tidak bisa melanjutkan aktivitasnya. Puluhan truk berjejer di sepanjang Jalan Wiradesa, mengakibatkan jalan menuju Kajen macet total.

Aksi tersebut dipicu dari peristiwa kecelakaan yang menewaskan mahasiswi yang terjatuh karena roda belakang truk dam. Namun truk tersebut justru melarikan diri, dan terkesan tidak bertanggung jawab. Sementara jalan semakin rusak tidak ada kepedulian sama sekali dari pihak PT SMJ.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, dan Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, bersama warga serta pihak PT SMJ melakukan mediasi di Kantor Balai Desa Wiradesa, untuk mencari jalan keluar agar truk dam bisa kembali beroperasi dan melanjutkan proyek jalan tol.

Akhirnya disepakati bahwa sopir armada proyek jalan tol, berjalan tidak lebih dari 40 km/jam, tidak boleh merampas hak pengguna jalan lain, iring-iringan truk tidak boleh lebih dari dua unit per-15 menit. Serta armada truk yang diperbolehkan jalan hanya armada kecil dengan kapasitas 12 ton, serta tidak boleh melakukan penyemprotan jalan, atau saling menyalip seperti yang selama ini dilakukan.

Bupati mengungkapkan keprihatinannya dan belasungkawa atas meninggalnya mahasiswi IAIN Pekalongan tersebut, dan meminta agar pihak pengelola jalan tol untuk segera memperbaiki jalan rusak dan truk besar tidak boleh lewat jalur tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, menegaskan dengan dilakukannya mediasi ini, proyek jalan tol diharapkan bisa terlaksana sesuai rencana dan aspirasi warga terpenuhi.

“Kesepakatan sudah ditandatangani, mari bersama-sama mengawal kesepakatan itu. Semua pihak harus menjalankan kesepakatan ini. Mudah-mudahan jalan tol lancar dan warga tidak ada lagi yang menjadi korban,” tegas Kapolres. (thd/zal)