33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Tumbuhkan Kearifan Cegah Perpecahan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kegembiraan bulan Ramadan 1439 H ternyata tak hanya dirasakan oleh umat muslim saja. Seperti di Kota Semarang, kelompok umat lintas iman pun menyambut datangnya bulan penuh rahmat ini dengan sukacita.

Hal ini dirasakan saat umat lintas iman mulai dari umat Islam, Katholik, Kristen Hindu, Budha, Khonghucu hingga penghayat membaur dalam acara sahur bersama di Pastoral Johannes Maria, Unika Soehijapranata, Jalan Pawiyatan Luhur, Jumat (25/5) dini hari.

Kegiatan sahur bersama ini juga terlaksana untuk menyambut kedatangan Shinta Nuriyah, istri mendiang Presiden ke 4 RI KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

Dalam kesempatan tersebut, Shinta, sapaan akrabnya menyampaikan keresahannya melihat kondisi anak bangsa yang mulai suka menebar kebohongan melalui media massa. Hal ini merujuk pada tragedi bom bunuh diri yang terjadi di sejumlah daerah.

“Bahkan keji lagi ada bom bunuh diri yang diledakan di mana-mana. Ini ada apa dengan Indonesia. Padahal kita bisa hidup rukun. Tapi kenapa bisa terjadi hal ini,” ujar Shinta didampingi Kepala Reksa Pastoral Unika, Romo Aloys Budi Purnomo.

Tragedi semacam itu, lanjut Shinta, tak ubahnya mencerminkan perilaku rakyat Indonesia yang sudah kehilangan Hati nurani dan kepercayaannya pada agama masing-masing. Perilaku tersebut, muncul akibat tergerus dengan keadaan.

“Ini semacam ikatan persaudaraan yang dibangun oleh mendiang Gus Dur mulai longgar. Benang-benang perdamaian mulai tercabut dari akarnya. Jika sampai terjadi (tercabut) maka Indonesia jadi terpecah belah,” katanya.

Shinta pun mengajak semua generasi muda untuk menyatukan sikap dan membangun kembali perdamaian. Perdamaian ini akan muncul bila rasa kearifan yang ada pada tiap individu dapat diperkuat.

“Kearifan lokal kita tumbuhkan lagi demi menghadapi teror bom seperti itu. Serta juga harus menahan berita-berita yang tidak baik. Yang menjurus pada kemunafikan harus dihilangkan demi menjaga kerukunan antar umat beragama dan memajukan generasi muda Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Cukup Bayar Kenaikan TDL

SEMARANG - Kalangan buruh terus melakukan intervensi kepada Gubernur Jateng untuk menentukan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018. Mereka ingin formulasi kenaikan tidak berkiblat...

Kebanjiran 20 Tahun, Petani Cegat Ganjar

SEMARANG - Tiga orang petani menghadang rombongan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ketika melintasi Jalan Onggorawe-Mranggen, Rabu (18/1). Mereka membentangkan spanduk berisi keluhan warga setempat yang...

Desak Penutupan Tempat Karaoke

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Geraka Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak terus menggalang dukungan masyarakat dan santri untuk mendorong pembubaran tempat karaoke diwilayah Kota Wali. Ini...

Kerajinan Tangan Jadi Sumber Pendapatan

BANCAK – Desa Plumutan dikenal sebagai desa penghasil rogo-rege atau hasil kerajinan tangan berupa anyaman dari lidi. Hampir 90 persen warga Desa Plumutan, terutama yang...

KIP Jangan Buat Beli Pulsa

PEKALONGAN - Presiden RI Joko Widodo menegaskan di hadapan para penerima bantuan pemerintah baik Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di...

Hadapi PSMS Medan, Persibat Siap Tempur

BATANG–Setelah bermain seri akibat silau dengan nama besar PSIS Semarang, kini Persibat sudah dalam posisi siap tempur dengan kepercayaan diri yang kuat dalam menghadapi...