Tanda-Tanda Bahaya Pemakaian Kartu Kredit

355

Kartu kredit bisa menjadi teman, tetapi, bisa juga menjadi masalah.  Seperti kata pepatah, kartu kredit ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik akan menjadi teman. Sebaliknya, jika tidak bisa digunakan dengan baik, bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya.

Kepemilikan kartu kredit bagi generasi milenial saat ini cukup tinggi menurut survei yang dilakukan oleh brillio.net menunjukkan bahwa hampir sekitar 17 persen dari 1021 responden sudah menggunakannya sebagai alat pembayaran.

Masih dari data yang sama, generasi milenial saat ini lebih suka menggunakan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran non tunai. Beberapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan di antaranya adalah cashback, diskon dan program cicilan yang ringan. Namun, jika tidak dikontrol penggunaannya, generasi millenial paling rentan menggunakannya hingga melewati limit.

Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, sebaiknya kenali beberapa tanda bahwa penggunaan kartu kredit sudah membahayakan kondisi finansial.

 

Tagihan Membengkak

Beberapa pakar finansial mengungkap, bahwa salah satu ciri dari kondisi keuangan atau cashflow yang sehat adalah rasio utang yang dimiliki tidak lebih dari 30% total penghasilan per bulannya. Sederhananya, jika penghasilan kamu per bulan adalah Rp 10 juta, total utang ideal yang kamu miliki per bulannya tidak boleh lebih dari Rp 3 juta.

Itulah sebabnya sangat penting untuk membatasi penggunaan kartu kredit. Ikuti saran dari pakar finansial, jangan sampai jumlah utang melebihi sepertiga total penghasilan, apalagi sampai melebihi penghasilan itu sendiri. Ga mau kan kebingungan karena melihat tagihan kartu kredit yang membengkak?

 

Penggunaan Melewati Limit

Salah satu tips cerdas dalam menggunakan kartu kredit adalah memahami risiko maupun denda yang harus dibayarkan. Dengan demikian, penggunaannya bisa dibatasi sesuai dengan limit yang diberikan.

Beberapa tanda bahwa kamu mulai impulsif dalam menggunakan kartu kredit adalah ketika transaksi kartu kredit telah mencapai limit yang ditetapkan. Penggunaan kartu kredit yang mencapai limit dan tertunggak secara langsung menunjukkan ada masalah pengeluaran atau beban keuangan yang dialami oleh penggunanya. Hal ini bisa menurunkan nilai kreditmu nantinya. Maka dari itu, sebaiknya mulailah menahan diri untuk tidak menggunakan kartu kredit sementara waktu dan lunasi terlebih dahulu tagihan kartu kredit yang masih tertunggak.

 

Mulai Membayar Minimum Payment

Tanda selanjutnya adalah ketika mulai mencoba untuk membayar minimum payment atau membayar tagihan dengan nilai paling minimal sekitar 10 persen dari total tagihan.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki tagihan sebesar 5 juta rupiah, ada kebijaksanaan yang sebaiknya dihindari yaitu membayarkan minimum payment sektiar 500 ribu rupiah dari total tagihan yang ada.

Inilah yang membuat siklus gali lubang tutup lubang dimulai. Membayar utang dengan utang tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada justru akan menambah masalah dan beban.

 

Terlalu Sering Tarik Tunai

Salah satu fasilitas yang dimiliki namun cukup berbahaya jika terlalu sering digunakan adalah terlalu bergantung pada tarik tunai.

Tanda-tanda bahaya menggunakannya ini paling sulit dihindari terutama jika memiliki kebutuhan mendesak. Meskipun dalam kondisi darurat tarik tunai bisa ditoleransi, namun terkadang ujungnya malah menjadi kebiasaan yang memperburuk keadaan.

Kerugian tarik tunai adalah bunga yang dikenakan cukup besar dibandingkan dengan menggunakannya itu sendiri sebagaimana fungsi utamanya. Kebiasaan tarik tunai seperti ini juga menjadi salah satu kebiasaan buruk yang digunakan untuk gali lubang dan tutup lubang.

Jika sudah terjerat dengan kebiasaan tarik tunai, sebaiknya hentikan kebiasaan ini sampai benar-benar melunasi semua tagihan. Usahakan untuk tidak membawanya lagi untuk meredam kebiasaan tarik tunai.

Jika ingin tetap mendapatkan benefit cicilan 0% tanpa harus terbebani, kamu bisa menggunakan Kredivo sebagai salah satu alternatif kredit instan online. Kamu bisa membeli barang gadget dan barang elektronik secara online maupun secara offline tanpa khawatir dengan godaan tarik tunai.

 

Menggunakan Sebagai Sumber Penghasilan

Salah satu anggapan yang kurang tepat adalah dengan memilikinya bukan berarti menambah penghasilan. Melainkan sebagai salah satu jalan untuk menggunakan penghasilan lebih awal yang kemudian harus diganti pada bulan berikutnya sebelum jatuh tempo.

Agar tidak terjebak dengan asumsi yang kurang tepat ini, pastikan terlebih dahulu bahwa memiliki kartu kredit sama sekali tidak menambah tabungan, aset maupun pemasukan. Selain itu, anggapan yang kurang tepat sebagai simbol strata sosial di tengah masyarakat. Ada anggapan bahwa dengan memilikinya, artinya sudah dianggap sebagai golongan dari kalangan tertentu yang bisa menaikkan derajatnya. Anggapan seperti itulah yang perlu diluruskan kembali agar penggunaannya benar-benar memberikan benefit dan bukan sebaliknya. (web/ap)