Minta Aktifkan Jembatan Timbang

237
Rukma Setyabudi - Ketua DPRD Jateng (ISTIMEWA)
Rukma Setyabudi - Ketua DPRD Jateng (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPRD Jateng mendesak agar pemerintah pusat mengaktifkan kembali jembatan timbang (JT) di wilayah Jateng. Keberadaan jembatan timbang sangat dibutuhkan, sebagai salah satu upaya mengontrol muatan kendaraan agar tidak melebihi tonase.

Hal itu penting, agar kendaraan yang melintas taat aturan dan kecelakaan maut seperti di Bumiayu, Brebes yang menyebabkan 12 orang meninggal, tidak terus terulang di Jateng. “Sejauh ini hanya dua jembatan yang beroperasi, jadi kurang efektif. Harusnya seluruh jembatan timbang difungsikan kembali,” kata Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, saat ini kewenangan jembatan timbang memang di pemerintah pusat. Salah satu penyebab ditutupnya jembatan timbang di Jateng, karena sejumlah oknum melakukan pungli. Rukma pun meminta agar pungli tidak dijadikan alasan penutupan, mengingat keberadaan jembatan timbang urgen dan menyangkut hajat banyak orang. “Jika ada pungli ya dilibas. Ibaratnya ada tikus di gudang ya jangan dibakar gudangnya, tapi dicari dan dihilangkan tikusnya,” ujarnya.

Rukma meminta Pemerintah Pusat, Pemprov Jateng dan pemerintah daerah turun ke sejumlah pengusaha pemilik kendaraan. Harus ada pengawasan tegas dan komitmen agar tidak ada lagi muatan kendaraan tidak melebihi tonase selama di jalan. Karena selain membahayakan pengendara lain, juga menjadi pemicu utama kerusakan jalan di Jateng. “Jika memang perusahaan tidak taat, pemerintah sebenarnya bisa mencabut izinnya. Harus tegas, agar ada efek jera,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl mengatakan, salah satu penyebab kerusakan jalan dan kecelakaan di Jateng karena kendaraan melebihi tonase. Belum ada sikap tegas yang membuat pemilik kendaraan tidak jera dan terus melakukan pelanggaran. “Harus ada sanksi tegas, pengusaha harus dipanggil. Agar tidak ada kendaraan yang melebih tonase,” katanya.

Kerusakan jalan sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Di sisi lain, kontrol di Jateng, tidak bisa jalan. Mengingat hanya dua jembatan timbang yang beroperasi. Ketika tidak ada kontrol, kendaraan yang melebihi tonase bebas keluar masuk Jateng. Padahal, kendaraan berat menyumbang kecelakaan jalan cukup besar. “Kondisi ini jika terus dibiarkan, anggaran untuk perawatan akan sia-sia,” ujarnya. (fth/ida)