Lansia Harus Aktif Berolahraga dan Sosialisasi

388
Dr Bambang Joni Karjono SpPD-KGer MARS
Kasubag Geriatri Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang

RADARSEMARANG.COM – DEMI menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani para lanjut usia atau sering disebut dengan lansia harus aktif. Baik aktif dalam berolahraga maupun aktif bersosialisasi di tengah masyarakat.

Untuk yang pertama, aktif berolahraga ringan menjadi satu hal yang harus dilakukan. Olahraga ringan yang dimaksudkan adalah olahraga tidak kompetitif serta dengan gerakan yang tidak berlebihan. Dan yang terpenting, olahraga dilakukan secara teratur. Tujuannya, agar kebugaran dan fungsi tubuh dapat tetap terjaga.

Renang, merupakan salah satu olahraga yang masih bisa dilakukan oleh para lansia. Selain itu, senam lansia juga bisa menjadi pilihan untuk tetap menjaga kesehatan. Akan lebih baik jika olahraga yang dilakukan disesuaikan dengan hobi masing-masing.

”Jangan olahraga yang berat. Karena semakin bertambah umur kondisi tulang juga semakin menurun. Sehingga olahraganya yang ringan-ringan saja. Jangan basket,” jelas Kasubag Geriatri Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Bambang Joni Karjono SpPD-KGer MARS.

Dokter Bambang menambahkan, aktif bersosialisasi dengan masyarakat juga penting dilakukan oleh para lansia. Dengan selalu bersosialisasi, lansia dapat menjaga kesehatan mentalnya. ”Lebih jauh, juga harus menyeimbangkan antara aktivitas makan dan istirahat. Mengenai makan, tentu harus seimbang, dan variasinya beragam,” katanya.

Kepada masyarakat yang memiliki keluarga lansia, disampaikan olehnya, perlu diketahui sejumlah tipe-tipe lansia. Ada lansia yang mudah bergaul dan humoris, biasanya lebih mandiri dan berprestasi. Sementara itu ada pula lansia yang mengalami ketergantungan, yang mana selalu ingin dilayani. Ada pula lansia yang bertipe nekat. Untuk yang ini, biasanya didorong oleh perasaan bahwa dirinya mampu.

Tipe-tipe lansia penting untuk diketahui terutama oleh mereka yang memiliki anggota keluarga lansia. Sehingga keluarga dapat memberikan perlakuan yang sesuai kepada para lansia ini.

Tidak hanya tipe lansia pada umumnya saja, namun kondisi fisik lansia juga wajib diketahui oleh para keluarga. ”Kaitannya dengan olahraga. Jangan sampai demi kesehatan memaksakan lansia yang tidak mampu (fisik) untuk berolahraga. Tapi juga jangan membiarkan yang tidak mau berolahraga (tapi mampu) tetap bermalas-malasan,” jelasnya.

”Karena mau dan mampu itu beda. Kadang ada yang mampu tapi tidak mau. Sementara itu ada yang mau tapi tidak mampu,” imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, jika ada persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, segera konsultasikan lansia kepada dokter. Utamanya ke bagian geriatri. Sejumlah tanda untuk mengetahui apakah lansia perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit adalah adanya perubahan perilaku pada lansia. ”Konsultasikan kepada dokter geriatri,” tegasnya. (sga/aro)