CERITA LOKAL: Seorang petugas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga ikut membaca buku yang dipamerkan dalam pameran buku cerita, kemarin. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CERITA LOKAL: Seorang petugas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga ikut membaca buku yang dipamerkan dalam pameran buku cerita, kemarin. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Mengenalkan cerita bermuatan lokal ke masyarakat melalui media buku perlu terus dilakukan. Hal ini penting, bukan hanya tahu saja namun juga untuk mengenalkan penulis maupun penerbit dari kota Salatiga.

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat kota Salatiga, saya harap lewat pameran ini akan diperoleh banyak manfaat khususnya pengembangan kepustakawan secara umum dan secara khusus dari cerita berkonten lokal di kota Salatiga,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Slamet Setyo Budi, saat membuka Pameran Buku Konten Lokal di Halaman Persipda Kota Salatiga, Jumat (25/5).

Menurut SS Budi, pameran buku ini bertujuan tidak lain adalah untuk mengenalkan hasil karya penerbit dan penulis dari kota Salatiga. Selain itu, tulisan atau karya penulis  tentang kota Salatiga, baik yang berbentuk buku maupun non buku bisa dikenalkan disini.

“Saya harap bisa dinikmati oleh masyarakat kota salatiga untuk datang dan membaca buku disini. Sehingga bisa meningkatkan minat baca dan mengapreasiasi karya dari penulis salatiga,” imbuhnya.

Pameran ini lanjutnya,  banyak memiliki koleksi tentang konten lokal dari salatiga sehingga akan menumbuhkan pengetahuan dan pengalaman tersendiri dari sebuah tulisan atau karya yang ada kepada para pembaca. Nantinya diharapkan akan menjadi benteng agar lebih mencintai budaya lokal maupun konten lokal yang ada di wilayah Salatiga ini. “Tidak hanya buku saja, namun hasil karya lukisan juga bisa kita nikmati disini. Sehingga konten lokal bisa lebih dikenal lagi,” jelas SS Budi.

Salah satu pengunjung yang datang, Andien mengatakan bahwa dirinya mengakui senang bisa datang disini. Tidak hanya membaca saja, namun bisa mengetahui cerita lokal maupun hal lain dari kota Salatiga lewat sebuah buku. ”Saya senang bisa membaca buku disini, tidak hanya tahu, namun juga  mengatahui asal muasal dari cerita atau sisi lain dari kota ini,” pungkasnya. (sas/bas)