Cik Meme Lestarikan Tradisi Budaya Ramadan

760
PERKUAT IKON SEMARANG-Sang pemilik gerai Lunpia Delight, Cik Meme mengaskan akan kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERKUAT IKON SEMARANG-Sang pemilik gerai Lunpia Delight, Cik Meme mengaskan akan kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tahun ini, Lunpia Cik Meme kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). Tradisi ini sengaja dilestarikan untuk menjadi ikon baru budaya di Kota Semarang sepanjang bulan puasa.

“TBR boleh dibilang bentuk tanggung jawab moral pewaris lunpia setelah lunpia Semarang dinobatkan sebagai warisan budaya nasional tak benda,” kata sang pemilik gerai, Cik Meme.

Menurutnya, TBR juga bertujuan membudidayakan lunpia Semarang dengan mengembangkan inovasi menu dan citarasa, tanpa harus mengubah jatidirinya yang berbahan dasar rebung dan bumbu pilihan. “Ini merupakan tahun keempat kami menggelar TBR. Tradisi ini akan terus digelar sepanjang masa.” ucapnya, Jumat (25/5).

Seperti TBR sebelumnya, penyedia lunpia di Jalan Gajahmada 107 Semarang ini memberikan promo beli 1 gratis 1, khusus menu spesial. Yaitu Lunpia Raja Nusantara (rebung, jamur, dan kacang mete), Lunpia Kajamu (kambing jantan muda), Lunpia Fish Kakap, Lunpia Crab, Lunpia Original, dan Lunpia Plain.

Sebagai ikon kuliner Semarang, Lunpia Cik Meme boleh dibilang telah menyatu dalam satu mata rantai dari tradisi budaya Ibu Kota Jateng ini. Tradisi itu adalah Dugderan dan Warak Ngendhok. “Kalau sebelum Ramadan, Semarang punya Dugderan dan Warak Ngendhok. Pas puasa, kota ini punya TBR,” tegasnya.

Menggelar tradisi di bulan Ramadan itu rasanya bukan hal yang berlebihan. Pasalnya, Lunpia Delight telah menjadi tonggak kesejahteraan lunpia dengan menjadi satu-satunya produk lunpia dengan sertifikasi halal yang diberikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (amh/ida)