Tangkal Radikalisme, MAJT akan Bentuk Forum Pengelola Tempat Ibadah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan menginisiasi pembentukan Forum Pengelola Pusat Tempat Ibadah tingkat Jawa Tengah berlandaskan Pancasila. Dalam rangka menangkal paham radikalisme yang kerap memusatkan serangan di berbagai tempat ibadah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), KH Noor Achmad di sela acara Silaturahmi Ramadan Pengelola Pusat Ibadah, Dalam Rangka Mewujudkan Jawa Tengah Rukun Aman dan Damai di Aula VIP MAJT, Jalan Gajah Raya, Gayamsari, Senin (21/5).

Menurutnya, semua agama mengajarkan kasih sayang. Sedangkan munculnya terorisme di Indonesia, bukan ajaran asli agama dan bukan ajaran asli Indonesia. “Forum ini akan perkuat kebhinekaan, mempererat persaudaraan, sekaligus mempererat kerjasama silaturrahim antara satu dengan yang lain,” kata Noor Achmad.

Sedangkan tempat ibadah sebagai pusat iman, kerap dijadikan sasaran. Meski begitu, melalui tempat ibadah perlu terus mendeklarasikan kasih sayang dalam mengayomi umat. “Antar tempat ibadah, perlu saling memberikan informasi dan meningkatkan komunikasi dan saling berempati antara tempat ibadah satu dengan lainnya.

Sementara itu, dalam silaturahim antar umat beragama, ditegaskan bahwa Pancasila menjadi ideologi tunggal bangsa Indonesia. Pancasila menjadi rumah besar bagi penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta. Melalui keberagaman ini pula, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga, saling menghormati, menghargai serta menguatkan antara agama satu dengan agama lainnya.

“Silaturahmi antaragama diperlukan, untuk mengukuhkan kembali nilai-nilai dasar keberagaman Indonesia serta meciptakan Jateng yang rukun dan damai,” paparnya.

Staf Biro Kesra Pemrov Jateng, M Arifin Ilham mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, hubungan harmonis antaragama patut dilestarikan karena dapat menimbulkan kedamaian di Indonesia. Namun, pihaknya mengaku masih prihatin lantaran masih banyaknya ujaran kebencian di lapangan. “Ini tidak hanya mengancam kesatuan negara sudah sepatutnya bergandeng tangan, tidak tinggal diam,” kata dia.

Salah satu tokoh Katholik Jateng, Romo Aloesius Budi Purnomo saat memberikan testimoni mengatakan, momen Ramadan bisa dijadikan untuk berbuat baik kepada sesama manusia. “Kami meyakini puasa dapat menahan hawa nafsu seperti, berbicara jorok, mengedepankan kepedulian,” ungkapnya.

Testimoni berikutnya diungkapkan tokoh Tionghoa Jateng, Harjanto Halim. Menurutnya, semua agama mengajarkan kedamaian dan saling menghargai. “Kami berharap Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia sudah semustinya mengayomi agama-agama lain,” kata dia.

Sejumlah tokoh Jateng turut datang di acara tersebut seperti, Mantan Gubernur Jateng, Ali Mufiz, perwakilan Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, serta tokoh agama Budha, Hindu, Kristen. (ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -