Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Pak kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati, kemarin saya baca tanya jawab masalah arah kiblat dalam koran ini. Hal tersebut juga banyak terjadi di daerah saya (mengenai pelurusan arah kiblat). Kemudian saya ingin bertanya, bagaimana jika ada orang yang kiblatnya salah, atau salatnya tidak menghadap kiblat? Apakah salat tersebut sah atau harus diulangi? Terima kasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Irsyad, 089615209XX di Semarang

Jawaban

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah  Wabarokatuh, Bapak Irsyad yang saya hormati, terima kasih atas pertanyaan dan partisipasi Ibu dalam mengikuti rubrik tanya jawab ini. Masalah arah kiblat tiada lain adalah masalah arah, yaitu arah yang menuju ke Ka’bah yang berada di Kota Makkah. Arah ini dapat ditentukan dari setiap titik di permukaan bumi. Mengenai cara praktisnya adalah dengan menggunakan metode rashdul kiblat seperti yang diterangkan pada tanya jawab sebelumnya.

Menanggapi masalah seseorang yang salat tidak menghadap kiblat, atau kiblatnya salah. Memang perlu dilakukan pencerdasan kepada setiap muslim ketika ia akan melakukan salat, terlebih ketika ia tidak mengetahui arah kiblatnya.

Jika seseorang berdiam diri dalam suatu daerah, kemudian ia salat tidak menghadap kiblat, sedang ia mengira bahwa itu adalah kiblat, dia tidak bertanya terlebih dahulu kepada penduduk daerah padahal keadaannya memungkinkan untuk bertanya, maka wajib baginya untuk mengulangi salatnya karena pada hakikatnya ia dapat menanyakan hal tersebut atau mencari masjid agar mengetahui kiblatnya.

Sedangkan apabila seseorang yang dalam perjalanan, selama ia telah mengeluarkan segala kemampuannya untuk mengetahui kiblat, ternyata masih salah dan tidak  ada orang yang dapat ditanya, maka dia tidak wajib untuk mengulangi shalatnya.

Untuk menghati-hati, kiranya penting bagi setiap tempat-tempat yang di situ disediakan tempat untuk salat agar menempelkan tanda arah kiblat yang sebenarnya, dengan harapan orang yang tidak mengetahui arah kiblat tidak salah menghadap kiblat. Wallahu A’lam. Demikian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/zal)