RSJ Buka Layanan Rehabilitasi Napza

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo Magelang meresmikan pengembangan layanan baru. Yakni layanan kesehatan jiwa, rehabilitasi napza dan rehabilitasi psikososial orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Peresmian yang dilakukan Direktur P2P Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Direktorat Jenderal P2P Kemenkes, DR dr Firdiansjah, SpKJ, MPH ini bertepatan dengan Hari Kesadaran Skizofrenia dan Hari Lansia. Sekaligus pencanangan RSJ Prof dr Soerojo ramah lanjut usia (lansia).

“Dengan adanya pengembangan pelayanan ini diharapkan bisa melayani ODGJ yang sudah pulang untuk bisa periksa dengan cara harian. One day care, sehari pulang,” papar Plh Dirut RSJ dr Soerojo Magelang dr Nur Dwi Esti Sp.KJ.

Lebih lanjut dikatakan dokter Nur Dwi Esti, pada tahun ini pihaknya kembali membuka layanan rehabilitasi napza. Hal ini untuk menunjang program pemerintah dalam memutuskan pengguna napza.

RSJ dr Soerojo juga meresmikan gedung Indraprasta. Gedung ini merupakan gedung rawat inap untuk untuk penderita napza. Berkapasitas 20 orang dilengkapi dengan keamanan yang sudah disesuaikan untuk tempat rehabilitasi dengan fasilitas yang memadai. Bahkan terdapat fasilitas peralatan olahraga. Untuk mengisi waktu disediakan halaman untuk berkebun. Dengan sarana ini diharapkan akan membantu pasien napza lebih nyaman tinggal di tempat rehab. “Dengan begitu dapat membantu proses penyembuhan,” terang Ratna Dewi, psikolog yang menjadi ketua tim Napza di RSJ dr Soerojo Magelang.

Pada kesempatan tersebut Direktur P2P Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Direktorat Jenderal P2P Kemenkes, Dr dr Firdiansjah, SpKJ, MPH memberikan paparan mengenai kebijaksanaan dan program pencegahan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan napza. Disampaikan bahwa peran keluarga merupakan satu kesatuan kesehatan yang terdiri dari kesehatan fisik rohani dan mental. Keluarga bisa menciptakan “ceria”. Artinya, cerdas intelektual, emosional dan spiritual. Kemudian empati dalam berkomunikasi efektif. Juga rajin beribadah dan interaksi yang bermanfaat bagi kehidupan. Serta asah asih dan asuh. (ima/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -