RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Kebakaran kembali terjadi di wilayah kota Salatiga. Kali ini menimpa pabrik briket CV Green Central Borneo di Dukuh Ploso Kembang, Kelurahan Randuacir, Salatiga terbakar, Senin (21/5) malam sekitar pukul 21.30.

Penyebab kebakaran diduga akibat suhu mesin oven terlalu panas. Tidak ada  korban  jiwa dalam peristiwa ini. Sedangkan kerugian material diperkirakan sekitar Rp 30 juta. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kebakaran awalnya diketahui oleh Darmanto, 50, yang rumahnya tidak jauh dari pabrik briket tersebut. Di malam itu, Darmanto melihat kepulaan asap tebal membumbung dari pabrik di area mesin oven. “Saat itu saya melihat ada kepulan asap tebal. Saya langsung memberitahukan kejadian ini ke pemilik,” terangnya.

Bardi, sang pemilik yang mendapatkan laporan langsung mengecek dari dekat, namun saat itu api sudah membesar. Ia kemudian meminta bantuan warga dan sejumlah karyawan. Mereka  berusaha memadamkan kobaran api di mesin oven tersebut. Namun api terus membesar dan menjalar ke bangunan yang terbuat dari papan kayu.

Material di sekitar lokasi yang mudah terbakar itu menjadikan jago merah makin menjadi. Pabrik briket  itu sendiri memproduksi bahan lunak yang dikeraskan kemudian  dipasarkan untuk bahan bakar alternatif. Pembuatan briket dilakukan dengan cara mengoven bahan-bahan.
Tak lama kemudian beberapa mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Hingga akhirnya api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Kasubag Humas Polres Salatiga Kompol Ismail mengatakan, api dengan cepat dipadamkan oleh petugas pamadam kebakaran sehingga tidak sampai menjalar kemana-mana. Untuk penyebab kebakaran diduga karena suhu di mesin oven terlalu panas. (sas/bas)