LBH Ikadin Siap Advokasi Warga Tedampak Tol Batang-Semarang

464
PROYEK TOL : Proses Pembangunan jalan tol Semarang-Batang yang ada di daerah Ngaliyan, Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PROYEK TOL : Proses Pembangunan jalan tol Semarang-Batang yang ada di daerah Ngaliyan, Semarang. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Nasib 144 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang, mulai dari Desa Nolokerto, Kaliwungu, Sumbersari, Solomerto, Weleri dan warga sekitar Penggandon, Kabupaten Kendal, bakal diadvokasi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah.

Sekretaris Ikadin Jateng, Sutan M Rofyan, menyebutkan, permasalahan yang akan didampingi pihaknya terkait beberapa penduduk terdampak jalan tol Semarang-Batang. Dimana dalam perjalanannya warga sebenarnya belum menyetujui nilai ganti. Namun pemerintah dalam hal ini tim pembebasan jalan tol, mengambil keputusan melakukan konsinyasi atau penitipan uang pada pihak pengadilan.

Atas permasalahan itu, lanjut pria yang akrab disapa Rofian ini, tentunya merugikan warga  karena tanah tersebut merupakan jerih payah dan turun temurun dari keluarga mereka. Akibat permasalahan itu, warga yang terdampak tidak memiliki rumah, sehingga nekat tidur di jalan-jalan sembari membangun tenda.

“Kita akan melakukan pendampingan dan pembelaan guna menyelesaikan permasalahan itu. Bahkan, beberapa anggota kami (Teguh Hadi, dkk, red) sudah melakukan pertemuan dengan beberapa warga terdampak,” kata Sutan M Rofyan disela-sela buka bersama LBH Ikadin Jateng, Rabu (24/5).

Direktur LBH Ikadin Jateng, Herry Darman, menyatakan lembaganya siap memberikan advokasi kepada warga Kendal yang terdampak. Menurutnya, masalah tersebut merupakan nasib rakyat, sehingga jangan sampai merugikan rakyat, apalagi menyengsarakan rakyat, karena masalahnya warga belum menyetujui terkait pembebasan, namun sudah digusur.

Salah satu warga Kendal, Vivi, menceritakan permasalahan warga tersebut ke LBH Ikadin Jateng, yang disampaikan langsung ke Herry Darman. Ia menyebutkan, bahwa ada pengusuran rumah di daerah Penggandon,  Kendal, dimana warganya sempat nekat tidur di seputar kantor DPRD karena warga merasa belum dapat ganti rugi. Ia berharap LBH Ikadin Jateng bisa membantu masalah itu.

“Warga minta ukur ulang, menolak pembangunan jalan tol Batang-Semarang, menurut warga tidak sesuai harga meteran pengukuran,  sehingga warga minta diukur lagi, appraisal masih tarik ulur dengan tim pembebasan jalan tol,” kata Vivi dalam aduannya. (jks/zal)