33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

BUMN Sebaiknya Kuasai Bisnis yang Eksploitasi SDA

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pemerintah diminta menggenjot pendapatan nonpajak melalui eksplorasi bonus demografi Indonesia yang kaya raya. Baik gas bumi, tambang, minyak, kapur sebagai bahan baku semen, batubara, dan sebagainya. Jika pengelolaan energi sumber  daya alam (SDA) tak terbarukan itu sepenuhnya di tangan pemerintah sesuai amanat pasal 33 UUD 1945—dalam hal ini BUMN—maka pemerintah tak perlu membebani rakyatnya dengan aneka pungutan pajak.

Pendapat itu disampaikan oleh pemerhati sosial dan politik, Ir Suhariyanto. Ia menyentil APBN yang tidak ideal, karena pendapatan pajak justru 80 persen dari postur APBN. Sisanya, 10-20 persen merupakan pendapatan nonpajak. “Dengan postur APBN yang seperti ini, sepertinya tidak ada upaya lain pemerintah untuk menggenjot pendapatan negara, selain hanya menariki pajak dari rakyat. Jelas, rakyat yang semakin terbebani.”

Pada APBN 2018 misalnya, postur penerimaan pajak sebesar Rp 1.618,1 triliun. Sementara pendapatan nonpajak hanya 275,4 triliun. Satu sisi, lanjut Suhariyanto, pemerintah terkesan hanya fokus pada masalah pemakaian anggaran. “Kontrol pada pemakaian anggaran luar biasa dilakukan oleh KPK, kejaksaan, kepolisian, dan perangkat hukum lainnya. Tapi seolah lupa pada pemberdayaan atau kontroling pemasukan negara.”

Mustinya, saran Suhariyanto, upaya-upaya eksploitasi kekayaan alam dalam rangka mencari pundi-pundi pendapatan negara, lebih diketati. Ironisnya, lanjut Suhariyanto, sumber daya berupa energi tak tergantikan yang merupakan kekayaan perut bumi Ibu Pertiwi, sebagian malah dikuasai oleh perusahaan swasta maupun asing. Perusahaan asing yang mengelola minyak bumi, di antaranya, PT Chevron, PT Newmont,  PetroChina,Conoco Phillips, BP, Niko Resources, dan sebagainya. Itu belum perusahaan milik swasta. Termasuk, semen yang sebagian besar justru dikuasai perusahaan asing. Sebut saja, Heidelberg Cement, Holcim Ltd, Cemex, dan Lafarge produsen semen asal Perancis.

Padahal, pegunungan kapur yang menjadi bahan baku utama semen, terbentang luas di sejumlah wilayah di Indonesia. Utamanya di Pulau Jawa. “Semestinya, eksplorasi kekayaan alam yang tak tergantikan atau tak terbarukan dilakukan 100 persen oleh perusahaan-perusahaan milik negara untuk kepentingan rakyat dan anak cucu bangsa ini ke depan.”

Hal kedua yang jadi perhatian Suhariyanto adalah jasa telekomunikasi yang sebagian masih dikuasai perusahaan asing dan swasta. Suhariyanto melihat, telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dan pasarnya sangat besar. Jika potensi ini dikelola oleh semua perusahaan negara, tentu profitnya sangat luar biasa.

“Captive market bisnis ini sangat besar. Bayangkan jika ada 200 juta pengguna handphone, misalnya saja dikalikan 100 ribu (pembelian pulsa), maka nilainya sudah triliunan. Ini potensi yang sangat besar.” Karena telekomunikasi sudah merupakan kebutuhaan hajat hidup orang banyak, maka hendaknya dikuasai oleh negara. “Negara harus menjadi pemegang mayoritas saham, 50 persen plus 1. Hal yang sama juga hendaknya dilakukan di listrik, air, dan sebagainya.

“Jika pemerintah serius mengelola itu semua, maka pendapatan negara sangat besar.” Hal ketiga yang musti jadi perhatian pemerintah adalah pengelolaan sumber daya alam yang tergantikan seperti pertanian, perkebunan, dan sebagainya. “Di bidang itu, pemerintah harus hadir dengan menguasai 50 persen saham perusahaan pengelola pertanian maupun perkebunan.”  (isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bapemperda Sampaikan Penjelasan Tiga Raperda Inisiatif

Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Wonosobo sampaikan penjelasan tiga raperda inisiatif dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Rapat Utama DPRD, Selasa (21/11). DALAM Rapat yang...

Titik PJU Sering Diputus Oleh Oknum

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Keberadaan lampu Penerangan Jalan Utama (PJU) di beberapa titik sengaja dimatikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya PJU di pinggir jalan...

Kinerja Telemarketing AXA Mandiri Melonjak Tajam

SEMARANG-- Kinerja kanal distribusi alternatif telemarketing PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) melonjak tajam tahun ini. Hal itu karena sejumlah strategi diterapkan sepanjang...

Pelajar Nyaris Tabrak Polisi

MUNGKID—Seorang pengendara motor sport kabur dari razia Satlantas Polres Magelang, kemarin pagi. Bahkan, dia nyaris menabrak polisi yang hendak menghadangnya. Pantauan koran ini, aksi nekat...

Delapan Tahun Lebaran, Anik Susilo Wati Tetap Masuk Kerja

Momentum Lebaran menjadi hari paling sakral bagi umat Islam. Semua orang dalam kebahagiaan, baju baru, THR, aneka makanan lezat, menjadi semangat baru yang paling...

Larung Gunungan Nasi di Waduk Jatibarang

SEMARANG - Sejumlah hasil bumi dilarung oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Darma Wisata (Pokdarwis) Suka Makmur dalam acara Nyadran Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri,...