Sekolah Sahabat Keluarga

SMP IT PAPB Semarang

603
MEMACU SEMANGAT: Kepala SMP Islam Terpadu PAPB Semarang Drs H Ramelan SH MH bersama para guru menunjukkan penghargaan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMACU SEMANGAT: Kepala SMP Islam Terpadu PAPB Semarang Drs H Ramelan SH MH bersama para guru menunjukkan penghargaan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SUDAH bukan waktunya lagi, orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak ke satuan pendidikan. Itulah pesan khusus Kemendikbud di laman resmi Sekolah Sahabat Keluarga. Sebaliknya, satuan pendidikan diharapkan dapat memberdayakan orangtua dan keluarga untuk membangun kemitraan dalam rangka penumbuhan budi pekerti, membangun budaya prestasi, serta memastikan kesehatan dan kebugaran anak.

Melalui program “Sekolah Sahabat Keluarga” SMP Islam Terpadu PAPB yang beralamat di Jalan Panda Barat 44 Palebon Pedurungan Semarang, mendapat anugerah penghargaan dari Jawa Pos Radar Semarang, kategori “Innovation of Character Education through School Program of Family Friends” atau Sekolah yang Melaksanakan Pendidikan Karakter melalui Program Sekolah Sahabat Keluarga, pada Jumat (11/5) lalu.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Pj Pendidikan Keluarga dan Keluarga, Rumiarti SPd, merasa bangga dengan dipilihnya SMP IT PAPB sebagai sekolah sahabat keluarga. “Bangga dan senang kami rasakan,” ungkapnya.

Rumi juga menjelaskan bahwa inti dari Sekolah Sahabat Keluarga adalah terjalinnya “kemitraan,” yakni, antara sekolah dengan orangtua, sekolah dengan siswa, dan sekolah dengan masyarakat. Sehingga fungsi kemitraan ini dalam rangka  membantu sekolah mewujudkan, menyiarkan (mengkomunikasikan), serta  mencarikan solusi bila terdapat hambatan pelaksanaan program-program sekolah. “Jadi, kemitraan ini sifatnya solutif,” imbuhnya.

Maka, guna mewujudkan hal tersebut masing-masing kelas sudah dibentuk Koordinator Paguyuban Orangtua Siswa dan Guru (POSG). “Fungsinya, bila ada program kelas yang akan dilaksanakan, tinggal kemudian Koordinator POSG kelas mengomunikasikan ke pengurus POSG yang sudah dibentuk untuk kemudian dilakukan musyawarah,” paparnya.

Senada dengan Rumi, Alik Istanto SE, Kepala Tata Usaha (TU) juga turut bangga atas perolehan anugerah ini. “Anugerah ini harus menjadi penyemangat untuk meningkatkan pelayanan pendidikan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara, Anwar Rozak SPdI, Waka Kurikulum juga mempertegas atas capaian ini. Saat wawancara dengan Jawa Pos Radar Semarang, dikatakan bahwa didapatnya anugerah ini tentunya perlu kerjasama semua pihak. Karena itu, ia mengimbau agar segenap guru dan stakeholder pendidikan tetap semangat.

“Guru-guru harus tetap semangat, guna memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak,” tegasnya.

Pj Prestasi, Mulyono SSi, merasa bangga karena untuk kali kedua SMP IT PAPB mendapat anugerah ini. “Secara pribadi saya bangga kepada Jawa Pos Radar Semarang. Maka, atas capaian prestasi ini, tidak membuat kami terhenti, melainkan bermimpi jauh lagi, berpikir apa prestasi yang bisa diukir untuk sekolah kami selanjutnya,” katanya.

Secara khusus, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kepala Sekolah Drs H Ramelan SH MH, mengungkapkan apresiasi tak terhingga atas anugerah ini. “Anugerah Jawa Pos Radar Semarang ini sungguh keren. Mampu menghimpun dan mengondisikan tokoh-tokoh Jawa Tengah yang berkompeten, bersemangat menjadi yang terbaik. Jadi, ini sangat inspiratif sekali untuk SMP IT PAPB,” ungkapnya.

Ramelan menambahkan, terkait anugerah yang telah diterima, program sekolah sahabat keluarga SMP IT PAPB yang sudah dilaksanakan antara lain, dengan membentuk POSG sebagai wadah komunikasi guru dan orangtua, untuk menyelesaikan permasalahan anak dengan segera. Baik masalah perkembangan anak, perilaku anak, dan yang tidak kalah penting orangtua dapat mengetahui gambaran lingkungan sekolah tentang belajar siswa.

Wujudnya, salah satunya dengan mengundang orangtua yang sukses –di profesi kerjanya–dihadirkan di kelas inspirasi secara berkala usai upacara setiap Senin. Ada juga forum diskusi dan dialog antara orangtua dan guru terkait keterlibatan peran pendidikan di kelas bagi orangtua. Tujuannya, untuk menyambungkan keterlibatan lingkungan belajar (sekolah, keluarga) agar aman, nyaman dan  menyenangkan.

Dan yang terakhir, lanjut Ramelan, program Sekolah Sahabat Keluarga yang sudah dimiliki adalah keterlibatan orangtua untuk menyelenggarakan pelepasan di akhir tahun pembelajaran.

“Jadi, penyelenggara pelepasan siswa kelas IX yang sudah berlangsung selama ini adalah orangtua siswa. Mereka yang memilih tempat, menentukan besaran biayanya, hingga konsep acara yang akan berlangsung. Inilah yang sudah dilakukan sebagai Sekolah Sahabat Keluarga,” pungkasnya. (man/humas SMP IT PAPB)