Ramadan, Satpol PP Gencarkan Operasi Molimo 

313
RAZIA: Satpol PP Kendal saat menggelar razia miras di komplek lokalisasi Gambilangu, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA: Satpol PP Kendal saat menggelar razia miras di komplek lokalisasi Gambilangu, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus menggalakkan operasi molimo (M5) selama Ramadan ini. Terutama untuk peredaran minuman keras (miras) maupun oplosan terus disisir hingga pelosok dan pinggiran kota.

Operasi molimo atau 5M  yang menjadi penyakit masyarakat (pekat) dimaksud yakni main (judi), madon (perzinahan), maling (pencurian), minum (peredaran miras) dan madat (peredaran narkoba). Selain operasi juga dilakukan patroli rutin.

Selama Ramadan ini, Satpol PP Kendal sudah menyita ratusan botol miras dan puluhan liter miras oplosan. ujar Kasi Pengendalian Operasional, Satpol PP  Muhamad Fatkhurahman mengatakan sejauh ini telah 515 botol miras dengan berbagai merek.

515 botol miras itu didapat terbanyak dari komplek lokalisasi Gambilangu, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu. Meski telah ada larangan dan intruksi untuk tutup selama ramadan, kenyatannya kompleks lokalisasi peredaran miras masih cukup tinggi selama bulan puasa.

Diakui Fatkhurahman, petugas Satpol PP Kendal sempat menenui kendala  karena penual miras yang terus berkelit dan berkilah. Bahkan untuk membuka pintu gudang tempat penyimpanan miras, sang pemilik justru menolak. “Alasannya karena pintu dikunci dan kunciya tidak diketahui,” tuturnya.

Akhirnya menggunakan tangan kosong petugas memaksa pemilik membuka pintu gudang. Saat dibuka ternyata petugas berhasil menemukan ratusan botol miras berbagai jenis. “Tidak ada negosiasi, petugas kemudian mengamankan ratusan botol miras dan mengangkutnya ke atas truk patroli,” paparnya.

Dua gudang yang juga tempat karaoke dikompleks Lokalisasi Gambilangu Kaliwungu Kendal ini petugas mengamankan sedikitnya 280 botol minuman keras. Selain itu petugas juga melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan karaoke dan toko lainnya. Hasilnya Satpol berhasil menyita 315 botol lebih.

Dijelaskan sesuai kesepakatan bersama  pada  bulan puasa  tempat lokalisasi  harus  tutup. Namun peredaran minuman keras di lokalisasi ini juga cukup tinggi. “Padahal berdasarkan Perda Kabupaten Kendal nomor 4 tahun 2009  semua jenis minuman beralkohol dilarang dijual bebas. Karena dalam perda, Kendal merupakan daerah dengan nol persen alkohol,” imbuhnya.

Untuk para penjual miras, diakuinya akan ditindak secara hukum. Yakni dengan tindak pidana ringan (tipiring). Dengan hukuman dan atau kurungan. “Ini ada penjual yang mendapatkan denda Rp 8 juta, karena sudah tertangkap berkali-kali menjual miras,” tambahnya.

Kasi Pengawasan dan Patroli Satpol PP Kendal, Ari Prasetyo mengatakan selain operasi juga dilakukan pengawasan dengan rutin patroli. Hasilnya ditemukan sejumlah anak muda yang melakukan minum-minuman keras di Ruang Terbuka Hijau  (RTH) Kebondalem, Stadion Utama Kendal dan Taman Gajahmada. “Tempat-tempat terbuka dan sepi memang rawan jadi sarang untuk menggelar pesta miras,” kata dia. (bud/bas)