Merapi Meletus, BPBD  Siapkan 17  Tempat Evakuasi

503
TEMPAT EVAKUASI : Warga membersihkan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) di Desa Candirejo Borobudur, Kamis (24/5). (ISTIMEWA)
TEMPAT EVAKUASI : Warga membersihkan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) di Desa Candirejo Borobudur, Kamis (24/5). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Letusan freatik Gunung Merapi kembali terjadi, Kamis (24/5) pagi dini hari sekitar 02.56. Pelaksana Pos Pengamanan Babadan, Chandra Wahyu menerangkan, berdasarkan keterangan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi  Kebencanaan Geologi (BBTKG) Jogjakarta letusan freatik terjadi pada pukul 02.56 dengan amplitudo maksimum 60 mm, ketinggian kolom 600 meter dalam durasi 4 menit ke arah barat.

“Saat ini aktivitas Merapi kembali landai. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada dan hati-hati,” ucap Chandra, Kamis (24/5).

Yudo Wasito, warga Desa Dukun Kecamatan Dukun mengaku sekitar pukul 02.56 mendengar suara gemeruh. “Saya mendengar suara gludug-gludug, tapi tidak begitu keras. Usai letusan freatik itu, dari jam 03.00 sampai pukul 05.00 di desa kami terjadi hujan abu,” ungkapnya.

Ahmad Taufiq, warga Sawitan Kota Mungkid juga mengaku di daerah juga terjadi hujan abu. “Habis makan sahur, saya keluar rumah, halaman rumah tampak jelas hujan abu. Bahkan, mobil yang diparkir, kacanya penuh abu,” akunya.

Akibat letusan freatik pagi ini, sedikitnya ada 20 titik di wilayah Kabupaten Magelang yang mengalami hujan debu. Dua puluh  titik tersebut di antaranya di Tegalrandu, Sumber, Dukun, Srumbung, Ngadipuro, Banyubiru, Muntilan. Kemudian, Mungkid, Menayu, Kalibening, Borobudur, Salaman, Tempuran, Sedayu, Sawangan, Tamanagung, Deyangan, Sraten, Keji dan Donorojo.

 “Dari dua puluh titik tersebut, khusus di daerah Banyubiru dan Ngargosoko Srumbung hujan abu disertai pasir. Untuk wilayah Kalibening hujan pasir,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto.

Edi melanjutkan, begitu ada laporan terjadi hujan abu pascaletusan freatik Gunung Merapi, Kamis (24/5) pukul 02.55 pagi dini hari tadi. Pagi ini, pihaknya langsung membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak hujan abu di Kabupaten Magelang. “Pukul 06.30 ini, kami langsung membagikan masker sebanyak 1.000 lembar di sejumlah wilayah, kepada masyarakat dan pelajar,” ucapnya.

Edi membeberkan, beberapa titik pembagian masker, di antaranya di Pasar Borobudur dan sekolah sekitar 500 lembar. Kemudian SD Bumiharjo sekitar 200 lembar, sekitaran SD Ringin putih 200 lembar. Dan sekitar SD Sawitan sekitar 100 lembar dan MI Amir Nglerep Deyangan sekitar 150 lembar.

Edi menambahkan, sebagai langkah antisipasi terjadinya erupsi Gunung Merapi, pihaknya kini tengah menyiapkan 17 tempat evakuasi akhir (TEA) untuk menampung warga terdampak erupsi Gunung Merapi.

“Hari ini,  petugas mulai melakukan bersih-bersih di beberapa TEA yang tersebar di beberapa kecamatan. Kami mengecek mulai sarana prasarananya, termasuk kebutuhan dasar, seperti air dan MCK serta kebutuhan dapur umum,” terangnya.

Selain TEA lanjut Edi, BPBD juga menyiapkan 11 tempat evakuasi sementara (TES) di kawasan rawan bencana (KRB) III di 3 kecamatan. Yakni Dukun, Srumbung dan Sawangan. Hal itu dilakukan karena sifat letusan freatik berbeda dengan letusan magmatik. Ancaman letusan freatik tidak terlalu luas. Hujan abu yang mengguyur paling jauh sekitar 7 km. “Jadi, saat ini yang diperlukan adalah TES,” pungkasnya. (san/lis)