Hujan Abu Guyur Dukun

478
TERPAPAR ABU : Suasana di Desa Dukun Kecamatan Dukun pada Rabu (23/5) pagi. Tampak warga beraktivitas dengan menggunakan masker. (Ahsan fauzi/radar kedu)
TERPAPAR ABU : Suasana di Desa Dukun Kecamatan Dukun pada Rabu (23/5) pagi. Tampak warga beraktivitas dengan menggunakan masker. (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Letusan freatik Gunung Merapi kembali terjadi, Rabu (23/5) sekitar pukul 03.31 WIB. Akibat letusan freatik Merapi tersebut, sedikitnya 7 desa di Kecamatan Dukun mengalami hujan abu. Ketujuh desa itu diantaraya; Desa Keningar, Desa Sumber, Desa Ngargomulyo, Desa Ngadipuro, Desa Wates, Desa Kalibening dan Desa Dukun.

“Hujan abu yang turun masih tergolong tipis terjadi di sejumlah desa tersebut. Untuk Desa Keningar, hujan abu disertai dengan pasir,” ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Rabu (23/5).

Edi mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan langkah antisipasi jika terjadi hujan abu dengan membagikan masker kepada warga Kabupaten Magelang yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, letusan terjadi pukul 03.31 WIB dalam durasi 4 menit. Kepulan asap setinggi sekitar 2000 meter teramati dari Pos Pengamatan Jrakah dan Pos Pengamatan Kaliurang, arah barat daya.

Letusan kembali terjadi pukul 13.49 WIB dengan durasi 2 menit. Saat ini, gunung Merapi masih dalam status waspada atau level 2. “(Letusan) terdengar dari Pos PGM Babadan namun kolom letusan tidak teramati dari semua Pos PGM,” jelas Pelaksana Pengamatan Pos Babadan Chandra Wahyu.

Kasi Pemerintahan Desa Dukun Kecamatan Dukun Yazid Aiman Fikri mengatakan, di desanya terjadi hujan abu tipis selama 2,5 jam, sejak pukul 04.00 hingga 06.30 pagi. “Terhitung enam kali letusan freatik merapi sejak 11 Mei lalu, lima kali sebelumnya tidak terjadi hujan abu di wilayah kami, baru pagi ini (kemarin, red) ada hujan abu, karena arahnya ke barat,” ucapnya.

Desa Dukun terdiri dari 18 dusun, dihuni 1.300 keluarga dengan jumlah warga sebanyak 5.342 jiwa. Meski hujan abu, namun masyarakat tidak panik dan beraktivitas sebagaimana mestinya. “Saat subuh, masyarakat tetap ke masjid dan musala, tetap mengikuti kuliah subuh Ramadan. Pagi hari, masyarakat juga tetap ke sawah, para siswa juga tetap ke sekolah,” terangnya.

Salah satu Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Dukun Yudo Wasito mengatakan, pihaknya bersama personil TNI, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Magelang, Tagana, relawan Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) Bimagana Desa Dukun dan pemerintah desa telah membagikan masker kepada warga di Kecamatan Dukun.

“Kita membagikan kurang lebih 10.000 masker kepada warga di Kecamatan Dukun, di antaranya di Desa Keningar, Wates, Ngargomulyo dan Kalibening. Namun yang kami utamakan adalah anak-anak yang bersekolah” terang Yudo.

Usai hujan abu reda, pihaknya juga melakukan pembersihan jalan karena banyak terdapat debu vulkanik di ruas-ruas jalan. Pembersihan menggunakan mesin penyemprot air.

Jangkauan abu vulkanik erupsi freatik Merapi kemarin bahkan sampai wilayah Borobudur Kabupaten Magelang atau 25 kilometer dari Merapi. Sebab, kolom erupsi mengarah ke barat daya. “Jangkauan (abu vulkanik) 25 kilometer atau sampai wilayah Borobudur,” kata Kepala Seksi Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso.

Meski demikian, Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) belum berencana menutup stupa candi. Sebab paparan abu di batuan candi sangat tipis dan bisa dibersihkan dengan cara disapu. (san/ton)