33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Dewan Siap Jadi Mediator Kampoeng Rawa

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng berharap segera ditemukan solusi dari masalah yang dihadapi pengelola taman apung Kampoeng Rawa di Desa Bajelen, Tuntang, Kabupaten Semarang. Dewan tidak ingin masalah perizinan berlarut-larut, hingga kemudian menjadikan warga yang menjadi karyawan akhirnya menganggur. Dewan mengaku siap menjadi mediator hingga masalah tersebut bisa segera rampung.

Sejak April, Satpol PP Kabupaten Semarang, menutup Kampoeng Rawa yang berdiri di atas Rawa Pening. Ada sembilan perda yang dijadikan landasan hukum penutupan itu. Pemkab menilai pihak Kampoeng Rawa melanggar tata ruang, tak berizin dan tak memiliki izin gangguan (HO). Akibatnya nasib puluhan orang menjadi tak jelas.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, M Chamim Irfani menegaskan, ada beberapa hal yang perlu mendapat kejelasan dari masalah Kampoeng Rawa. Sepengetahuannya, pengelolaan Rawa Pening ada tiga instansi yakni Kementerian ESDM, Pemprov dan Pemkab Semarang. “Karena itulah, dipertanyakan aset yang digunakan objek wisata itu menjadi pengelolaan mana,” katanya.

Ia menambahkan, yang harus dipertanyakan perihal penutupan baru dilakukan sekarang ini mengingat Kampoeng Rawa sudah ada sejak enam tahun lalu. “Aset di sini milik siapa? Kenapa masalah penutupan baru bisa dilakukan sekarang ini disaat karyawan sudah menggantungkan nasibnya pada Kampoeng Rawa. Ini harus jelas supaya kami bisa turut membantu menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Pemkab Semarang harus transparan dan bisa melakukan mediasai langsung dengan pihak pengelola. Apalagi, pengelola mengklaim jika sekarang ini berkas-berkas perizinan sudah komplet. Bahkan, sudah berkali-kali mengajukan permohonan perizinan kepada Pemkab Semarang. “Segala jenis usaha harus mematuhi aturan dengan melengkapi berkas-berkas perizinan yang dibutuhkan. Harus ada jalan tengah dan saling duduk bersama,  sehingga bisa membuka usaha itu lagi,” tambah Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Makruf. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...