SOSIALISASI : Direktur utama Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto, Sp.PD.KP, MARS kampanyekan budaya patuh cuci tangan kepada pegawai dan warga RSUP Dr. Kariadi. (Ist)
SOSIALISASI : Direktur utama Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto, Sp.PD.KP, MARS kampanyekan budaya patuh cuci tangan kepada pegawai dan warga RSUP Dr. Kariadi. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  World Heath Organization (WHO) melaporkan setiap tahun ratusan penduduk dunia mengalami Healthcare Assosciated Infection’s (HAI’s) atau infeksi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Mensikapi hal ini, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang terus berupaya menekan angka HAI’s dengan mengkampanyekan kebiasaan membersihkan tangan.

”Membersihkan tangan merupakan salah satu kunci memutus mata rantai penularan penyakit. Kebersihan tangan juga menjadi cara paling efektif untuk mencegah dan mengendalikan infeksi di rumah sakit,” ujar dr Iva Puspitasari, Sp MK, ketua panitia peringatan hari kebersihan tangan sedunia (world hand hygiene day) di RSUP dr Kariadi Semarang.

Kampanye ini dirasa sangat penting mengingat upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang buruk akan menyebabkan peningkatan lama rawat pasien. Lebih lanjut, juga akan menyebabkan terjadinya peningkatan biaya operasional rumah sakit. ”Hasil penelitian di USA infeksi rumah sakit dapat menimbulkan pemborosan 28–33 miliar dolar per tahun serta meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas,” terangnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan studi, kegagalan melakukan kebersihan tangan yang baik dan benar juga dianggap sebagai penyebab utama HAIs dan penyebaran mikroorganisme multiresisten di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, juga sebagai kontributor utama terhadap timbulnya wabah

”Untuk itu, RSUP dr Kariadi terus berupaya kampanyekan kebiasaan hand hygiene. Sebagai rumah sakit berkelas dunia yang juga menjadi pusat rujukan kami berkomitmen melaksanakan kebersihan tangan (hand hygiene) sebagai upaya melindungi pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat dari  risiko tertular penyakit,” tandasnya. (sga/zal)