Tol Kendal Terkendala Pembebasan

677
BELUM SIAP: Girder untuk jembatan tol yang melintasi Sungai Kalikuto perbatasan Kendal-Batang masih belum terpasang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM SIAP: Girder untuk jembatan tol yang melintasi Sungai Kalikuto perbatasan Kendal-Batang masih belum terpasang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Masih terjadi tarik ulur dalam proses pembebasan lahan untuk proyek Tol Semarang-Batang. Tepatnya untuk ruas Kendal, masih menyisakan lahan yang belum dibebaskan. Baik berupa lahan fasilitas umum (fasum) seperti makam maupun lahan pribadi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Batang-Semarang Tendy Hardianto menyebutkan ada 9 lahan yang saat ini masih terkendala pembebasannya. Tiga di antaranya berupa makam dengan luas 2.300 meter persegi yang berada di Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Sedangkan enam lainnya yakni lahan pribadi perorangan yang belum diketahui siapa pemiliknya. “Jadi sembilan bidang ini belum bisa dieksekusi, karena untuk makam harus dipindahkan sedangkan lahan pribadi harus ada putusan pengadilan baru bisa dieksekusi,” katanya, Selasa (22/5).

Disebutkannya, enam bidang lahan yang belum diketahui pemiliknya ada di Desa Sumberejo, Kaliwungu. “Tapi sudah kami mohonkan ke pengadilan, sehingga nantinya prosesnya seperti konsiyansi. Atau uang ganti rugi dititipkan ke Pengadilan,” jelasnya.

Namun hingga kini, PN Kendal belum bisa mengabulkan permohonan PPK. Pihaknya hanya bisa menunggu dan tidak bisa langsung melakukan eksekusi. “Jika PN Kendal mengabulkan permohonan kami, maka pemilik lahan bisa mengambil uang ganti rugi di PN Kendal. Tentunya dilengkapi dengan persyaratan dan bukti-bukti yang sah yang dimiliki,” tandasnya.

Sedangkan untuk tiga bidang makam, sudah terdapat tanah pengganti. Sebagian makam sudah dipindahkan ke lahan pengganti makam. “Pemilik lahan sudah setuju dengan nilai ganti rugi, sehingga tinggal penyelesaian administrasi kepada pemilik empat bidang lahan pengganti makam tersebut,” tambahnya.

Terkait dengan operasional jalan tol tersebut, Tendy menyatakan, belum mengetahui secara pasti apakah bisa dioperasionalkan saat arus mudik atau tidak. Menurut dia, hal itu masih akan dirapatkan terlebih dahulu bersama instansi terkait.

“Misalkan belum dioperasionalkan, tentu akan keluar di Gringsing dan masuk melalui Sambongsari, Weleri. Khusus Kendal yang dimulai dari Weleri hingga Kaliwungu, saya optimistis jalan tol bisa dilalui, meski masih darurat,’’ kata dia.

Kades Sambongsari Kecamatan Weleri Adi Gunawan mengatakan, proses ganti rugi di desanya sudah selesai. Tiga warga yang sebelumnya keberatan dengan nilai ganti rugi, akhirnya mau menerima ganti rugi yang ditawarkan. “Di Desa Sambongsari, semuanya sudah menerima ganti rugi. Bahkan tol sudah dibangun tol,” katanya. (bud/ton)