Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

250
Oleh: Sri Wahyudi SPd MPd
Oleh: Sri Wahyudi SPd MPd

RADARSEMARANG.COM – PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir setiap hari selalu melihat ponsel, memainkan ponsel dan berselancar di internet. Tidak memandang berapa quota yang dihabiskan tiap bulannya, asal internet lancar siswa merasa nyaman. Jika internet dirasa lemot barulah perasaan siswa merasa gelisah. Kegelisahan ini akan sangat kelihatan dari tingkah laku sehari hari, termasuk dalam pembelajaran di kelas.

Di beberapa sekolah, banyak kelas yang mengkondisikan siswa untuk tidak menggunakan ponsel saat pembelajaran. Aturan ini sangat tidak popular bagi siswa. Semakin dilarang, justru siswa zaman now semakin berani curi-curi kesempatan untuk memainkan ponsel saat pembelajaran. Usaha mereka tidak berhenti sampai disini, hanya pasrah terhadap aturan yang ada, tetapi mencoba untuk negosiasi tentang aturan tersebut. Bila dibiarkan kondisi ini tentu saja bertentangan dengan ciri pembelajaran abad 21.

Dalam pembelajaran abad 21, guru dituntut aktif dan membawa suasana kelas menuju pembelajaran kreatif dan inovatif, mengingat era ini adalah era digital.  Ada empat dimensi yang menjadi tuntutan pembelajaran abad 21, yakni: Pertama, critical thinking and problem solving. Kedua, creativity and innovation. Ketiga, communication dan keempat, collaboration.

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Salah satu media yang dapat dipakai untuk mewujudkan hal tersebut adalah ponsel. Ponsel sangat membantu siswa dalam berkomunikasi. Melalui ponsel yang dimilikinya, dalam hitungan detik, siswa dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Pembelajaran menggunakan ponsel ini dapat menggunakan aplikasi yang dibuat sendiri atau aplikasi yang di-download dari penyedia aplikasi android. Bila membuat sendiri, aplikasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran. aplikasi ini  dapat berupa aplikasi pembelajaran maupun games edukasi yang dapat dimainkan di kelas. Harapannya, dengan membuat aplikasi sendiri pembelajaran akan berlangsung dengan lebih menyenangkan. Materi dapat tersampaikan dengan perasaan senang dan hasil pembelajaran juga diharapkan dapat meningkat.

Saat ini, teknologi aplikasi yang sedang tren yang dapat menghubungkan keadaan realitas dengan teknologi digital sudah banyak diinstall. Aplikasi ini bernama augmented reality. Teknologi ini digunakan untuk membuat game “pokemon” yang sempat booming pada beberapa tahun yang lalu. Hampir setiap ponsel ada game yang terkenal dengan nama pokemon ini. Teknologi game pokemon, saat ini sudah dapat dinikmati di dalam pembelajaran dalam bentuk teknologi augmented reality .

Sesuatu yang abstrak bisa dijelaskan dengan cara menampilkan video yang mendukung materi yang sedang dipelajari. Cara menampilkan video ini dengan membuka aplikasi augmented reality kemudian mengaktifkan kamera selanjutnya mengarahkan kamera kepada objek yang akan dijelaskan dengan video. Tampilan layar pada kamera ponsel yang sedang menyorot benda mati sebagi objek akan berubah menjadi tampilan video penjelasan objek tersebut. Objek ini dapat berupa benda nyata maupun gambar yang ada di buku. Pembelajaran seperti ini tentu sangat diminati siswa.

Teknologi augmented  reality dapat membantu guru dalam menghadirkan kelas-kelas inspiratif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara kontekstual. Dalam hal ini, guru telah menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.  Namun perlu diingat, bahwa guru juga perlu mengontrol kelas sehingga siswa tidak menggunakan konten-konten yang tidak pantas dalam pembelajaran. (igi1/aro)

Guru Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 Salatiga