BERI BANTUAN : Pihak BPBD Kabupaten Pekalongan memberi bantuan korban banjir di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI BANTUAN : Pihak BPBD Kabupaten Pekalongan memberi bantuan korban banjir di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sedikitnya seribu rumah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, sudah sepekan terakhir ini terendam air banjir rob setinggi satu meter. Akibatnya warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, yakni di sekitar tanggul Sungai Meduri yang terletak 500 meter dari permukiman warga.

Kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, memberi bantuan selimut dan sembako serta pakaian anak-anak kepada korban banjir rob.

Kepala Desa Jeruksari, Kiswanto mengungkapkan bahwa dari 3.000 an rumah yang ada di Desa Jeruksari, 2.500 an tergenang air banjir rob sejak sebulan lalu.

Namun ada 1.000 an rumah yang terendam dengan ketinggian satu meter, sehinga untuk sementara warga mengungsi di tenda yang disediakan oleh BPBD sembari menunggu banjir surut.

“Kondisi banjir terparah ada di permukiman RW 07. Ketinggiannya lebih dari 1,5 meter. Sebanyak 350 rumah ditinggalkan warga,” ungkap Kiswanto.

Kiswanto juga mengatakan bahwa banjir rob kali ini cukup besar. Tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga tempat ibadah. Warga pun kesulitan melakukan ibadah salat.

“Banjir kali ini tidak hanya disebabkan air laut yang meluap, namun juga limpahan air dari beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara, karena adanya pembangunan tanggul raksasa,” kata Kiswanto.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendirikan dua posko bantuan di sekitar tanggul Desa Mulyorejo, untuk menampung warga yang akan mengungsi.

“Kami juga menyediakan dua perahu karet jika sewaktu-waktu diperlukan. Beberapa bantuan mulai dari selimut, sembako dan kebutuhan untuk anak dan bayi telah kamu salurkan ke warga korban banjir,” jelas Bambang.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, yang mendatangi lokasi banjir menegaskan bahwa saat ini sedang dibangun tanggul raksasa untuk membendung masuknya air laut ke permukiman warga Desa jeruksari.

Menurutnya, saat ini pembangunan tanggul raksasa sepanjang 6 kilometer dengan biaya Rp 500 miliar, telah dimulai pembangunanya dari Kota Pekalongan dan akan terus dibangun ke arah barat Desa Jeruksari hingga Sragi.

“Kami sangat meyakini jika pembangunan tanggul raksasa ini selesai, maka permasalahan banjir di Desa Jeruksari akan teratasi,” tegas bupati. (thd/zal)