33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Menanamkan Jiwa Elastis Siswa dalam KBM IPA

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – KEGIATAN belajar mengajar (KBM) IPA adalah proses penyampaian ilmu atau transformasi ilmu mata pelajaran IPA yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan peserta didik, dimana proses tersebut berjalan dapat dilakukan secara formal maupun non formal disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam KBM IPA biasanya menjadi momok bagi peserta didik atau siswa sehingga KBM IPA sering berjalan membosankan.

Kebosanan ini biasanya berasal dari pendidik yang terlalu menekan peserta didik dengan tugas-tugas yang diberikan atau ujian yang harus dihadapi. Yang akibatnya membuat peserta didik tidak tertarik bahkan tidak peduli dengan KBM IPA dan juga kurang percaya diri serta rendahnya sikap hormat atau ketertarikan terhadap pendidik atau pengajar (guru). Sehingga ada dampak yang ditimbulkan pada peserta didik, seperti peserta didik akan enggan menyelesaikan tugas yang diberikan saat KBM IPA berlangsung bahkan akan mengulur waktu dengan bercerita dan bercanda dengan temannya.

Bahkan ada peserta didik yang dengan sengaja meninggalkan KBM IPA saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, serta ada juga peserta didik yang tidak menghargai gurunya dengan berbicara nada tinggi terhadap orang yang lebih tua dimana pada KBM IPA yang sedang berlangsung orang yang lebih tua itu adalah guru mata pelajaran IPA.

Dari sekian banyak dampak yang muncul berakibat hasil belajar peserta didik tidak memenuhi target bahkan cenderung menurun. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan karakter peserta didik salah satu caranya adalah membangun jiwa elastis peserta didik dimana jiwa elastis itu adalah jiwa yang lentur, kenyal, dan tak mudah patah atau hancur dengan kata lain tidak mudah menyerah dengan kata lain tidak mudah menyerah dengan memiliki keteguhan hati, daya tahan dan daya lenting (resilience) yang kuat ketika didera situasi terpuruk. Sehingga peserta didik tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan pada proses KBM IPA, akhirnya peserta didik akan peduli dengan mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Dengan harapan hasil KBM IPA  yang baik, maka pendidik atau guru berupaya untuk menumbuhkan jiwa (mental ) elastis peserta didik dengan berbagai cara, antara lain dengan menyediakan fasilitas penunjang KBM IPA yang lengkap dan bisa juga dengan mengembangkan kreativitas pendidik dan peserta didik untuk membuat alat sederhana yang bisa digunakan sebagai pengganti fasilitas yang tidak ada ataupun rusak guna menunjang terlaksananya KBM IPA.

Selain itu, dapat juga dengan mengadakan kegiatan yang positif di luar KBM IPA, namun masih bisa digunakan dalam pelaksanaan KBM IPA, seperti membuat karya inovasi. Dengan kegiatan yang positif diharapkan akan mengurangi suara-suara negatif dan pemikiran negatif dalam menyelesaikan suatu masalah dalam KBM IPA.

Dengan berpikir positif inilah akan membuat peserta didik mempunyai rasa percaya diri dan optimistis dalam menyelesaikan segala permasalahan dalam KBM IPA. Sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang sesuai dengan target yang diinginkan. Bisa juga dengan mendatangkan narasumber pembelajaran dari luar sekolah atau selain pendidik untuk menunjang KBM IPA agar bisa memotivasi peserta didik dalam menghadapi masalah yang didapat dalam KBM IPA. Misalnya, mendatangkan dokter untuk memotivasi peserta didik dan memberikan penjelasan yang menyangkut dengan kesehatan manusia dalam KBM IPA.

Namun dalam rangka menumbuhkan jiwa elastis peserta didik bermunculan kendala yang harus dihadapi seperti pengaruh lingkungan sekitar, sehingga tidak terlaksananya kegiatan KBM IPA dengan baik. Misalnya, terpancing temannya untuk berbicara sendiri, menjadi tidak minat dalam KBM IPA. Karena itu, perlu adanya dukungan dari pendidik/guru dan orang tua (keluarga) untuk selalu memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan KBM IPA maupun kegiatan sekolah yang lain yang bersifat pengembangan karakter.

Dengan adanya permasalah dan kendala yang dihadapi dalam KBM IPA, maka perlu adanya pengembangan jiwa elastis setiap peserta didik dalam mengikuti KBM IPA dengan baik. Sehingga menghasilkan KBM IPA yang sesuai target. Jiwa elastis juga dapat bermanfaat di tengah masyarakat, sehingga mampu menghadapi situasi atau masalah terburuk sekalipun tanpa menimbulkan tindakan kriminal. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 8 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menciptakan Budaya Kerja Industri di SMK

RADARSEMARANG.COM - SESUNGGUHNYA pendidikan merupakan pembudayaan (encultural), suatu proses untuk mentasbihkan seseorang mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Konsekuensi dari pernyataan ini, maka praktik...

Sering Banjir, Mirna Sidak Drainase

KENDAL—Bupati Kendal, Mirna Annisa melakukan sidak terhadap kebersihan saluran sungai di seputaran Kota Kendal. Sidak dilakukan lantaran wilayah Kendal sering kebanjiran saat turun hujan...

UBK Bisa Timbulkan Kecemburuan

WONOSOBO-Demi memenuhi imbauan pemerintah untuk menyelenggarakan Ujian Berbasis Komputer (UBK), sejumlah sekolah rela 'ngoyo' untuk menyelenggarakan ujian dengan perangkat komputer. Padahal, di balik semua itu,...

Menggerakkan Ekonomi Kreatif

Denty Eka Widy Pratiwi, angggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, getol menyosialisasikan potensi lokal yang ada di wilayah Jawa Tengah. DPD...

Suling Bangun Kebersamaan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Suntikkan semangat gotong royong ke warga, Bupati Kendal, Mirna Annisa, gencarkan Gerakan Dubuh Keliling (Suling) bareng, Jumat (19/1) kemarin. Usai salat subuh...

Seni Pencak Silat

RADARSEMARANG.COM - Sebanyak 4690 anggota Pencak Silat Persudaraan Setia Hati Terate dari Madiun, Jateng-DIJ mengikuti latihan bersama gerakan seni Toya di Lapangan Akpol, Kota...