Gedung Bakal Dibongkar, Dinkes Segera Boyongan

147
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang segera dibongkar total, dijadikan bangunan kantong parkir di Jalan Pandanaran. Maka dari itu, aktivitas Dinkes Kota Semarang bakal dipindah sementara di Hotel MG Setos lantai 7 di Jalan Gajah Mada Semarang.

Pemindahan tersebut bakal dilakukan 4 Juni mendatang. Selanjutnya dilakukan pembongkaran, dan pembangunan dilakukan oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang. “Kami sudah bersiap-siap pindah. Sesuai rencana, 4 Juni pindah kantor sementara di MG Setos Lantai 7,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono, Selasa (22/5).

Saat ini, sejumlah staf Dinkes telah mulai mengemasi barang-barang, berkas, dokumen data, dan perlengkapan kerja. Barang-barang yang sudah dikemasi terutama di Sub Bagian Umum Lantai 2 dan Lantai 3 bagian Keseketariatan. Sejumlah perlengkapan seperti kursi dan meja serta dokumen telah diangkut. “Diperkirakan akan menempati kantor sementara selama dua tahun, hingga pembangunan selesai,” katanya.

Sedangkan Puskesmas Pandanaran untuk sementara dipindahkan ke area pertokoan GOR Tri Lomba Juang Mugas. Pembangunan gedung parkir ini untuk mengatasi kesemrawutan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran, terutama di pusat oleh-oleh yang hingga saat ini belum memiliki solusi kantong parkir.

Hasil kajian menyebutkan, bahwa Gedung Dinkes Kota Semarang di Jalan Pandanaran Nomor 79 Semarang lebih tepat dijadikan alternatif untuk menciptakan kantong parkir. Nantinya diperkirakan akan dibangun 10 lantai.

Sekretaris Distaru Kota Semarang, Irwansyah, menyatakan gedung 10 lantai tersebut akan digunakan sebagai gedung parkir, puskesmas, dan kantor Dinkes Kota Semarang. Gedung parkir direncanakan akan menggunakan sebanyak lima lantai. “Pembangunan ini menggunakan APBD Kota Semarang sistem kontrak tahun jamak atau multiyears 2018-2019. Lelangnya senilai kurang lebih Rp 85 miliar,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih memelajari sistem kontrak, termasuk meninjau ulang Detail Engineering Design (DED). Sedangkan untuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Izin prinsip, dan lain-lain telah rampung. Ditargetkan, Mei sudah mulai pembangunan, setelah gedung lama selesai dibongkar. Mengenai konsep gedung baru, pihaknya belum bisa membeberkan secara detail. Tetapi gedung parkir tersebut masih konvensional. Artinya, bukan gedung parkir yang didesain menggunakan teknologi. “Kami masih hitung kapasitas gedung tersebut,” katanya. (amu/ida)