Cerita Kotak Nyaris Bubar 2 Tahun Lalu Hingga Masih Ada

120

JawaPos.com – Perjalanan sebuah band tidak selalu berjalan mulus. Hal tersebut juga dirasakan oleh grup rock, Kotak. Meski punya nama besar, band yang berdiri sejak 2004 itu ternyata sempat mengalami fase kelam bahkan nyaris bubar.

Masa Kotak diambang perpecahan terjadi dua tahun lalu, yakni pertengahan 2016. Menurut para personel, kondisi itu tercipta lantaran mereka terjebak pada rutinitas. Baik dalam kegiatan band maupun kehidupan masing-masing.

Ketika itu, Tantri, Chua, dan Cella sulit berkomunikasi meskipun jadwal panggung padat. Mereka hanya bertemu di bandara, panggung, dan hotel tanpa banyak komunikasi, sehingga membuat suasana band begitu kaku.

“Kotak hampir pecah, hampir bubar dua tahun lalu. Kami seperti terjebak rutinitas, ketemu mau berangkat, manggung, dan pulang, akhirnya nggak ada komunikasi,” kata Tantri, sang vokalis di kantor Warner Music Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Hal senada juga disampaikan Cella. Gitaris Kotak itu merasa dua tahun lalu band dalam kondisi yang tidak kondusif. Kotak hanya sibuk manggung tanpa adanya komunikasi hangat seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, saat itu mereka juga disibukkan oleh kehidupan pribadi yang membuat semakin sulit berinteraksi.

“Dua tahun lalu kami sering masalah, mungkin jenuh. Kami terjebak rutinitas padat, saking banyak manggung lupa bikin karya, lupa adaptasi, lupa komunikasi,” ujar Cella.

Beruntung perpecahan bisa terelakkan. Ada satu momen puncak yang membuat Tantri, Chua, dan Cella memutuskan untuk berdiskusi dari hati-ke hati. Mereka membicarakan tentang kondisi band dan menyimpan ego masing-masing. Tekad ketiganya kembali bersatu untuk menjalankan grup yang sudah berusia 14 tahun tersebut. Mereka sadar bisa sampai ke titik sekarang adalah karena sinergi dalam sebuah band.

“Ada kejadian yang akhirnya bikin kami yakin lagi. Kami membesarkan hati, ngobrol dari hati ke hati. Mikirnya hal sepele banget kalau kami harus pecah. Kami ngobrol sampai nangis-nangisan dan saling menguatkan lagi,” jelas Tantri.

“Kami sepakat menguatkan lagi band ini. Karena kami sadar berada sampai di sini, termasuk kehidupan keluarga, ya karena band ini,” imbuh Cella.

Melewati fase nyaris pecah membawa semangat baru bagi Kotak. Personel merasa lebih lega dengan kondisi sekarang. Mereka akhirnya tersadar betapa pentingnya menjaga komunikasi serta menahan ego.

“Kayak energi baru, ngumpul lagi, saling mengingatkan,” tutur Cella.

Semangat baru yang ada di tubuh Kotak dihadirkan ke dalam karya-karya yang dibuat. Salah satu bukti yakni mereka baru saja merilis lagu anyar berjudul Masih Ada.

Menariknya, lagu ini punya arti penting bagi Tantri, Chua, dan Cella. Masih Ada adalah jawaban banyaknya pendengar yang mempertanyakan keberadaan Kotak akhir-akhir ini. Sejumlah penggemar mengira Kotak telah bubar lantaran jarang terlihat.

Masih Ada kami buat terinspirasi dari banyaknya orang-orang yang nanya, Kotak masih ada ngga ya? Kesel, padahal kami masih ada, dan manggung terus,” ucap Tantri.

Lewat lagu ini, Kotak ingin memberitahu pendengar bahwa mereka terus berkarya di blantika musik nasional sampai sekarang. Selain merilis lagu, menurut Tantri belakangan mereka masih sibuk manggung dari kota ke kota.

(ded/JPC)

Silakan beri komentar.