1 Juta Mercon Disita

240
BISA MELEDAK : Barang bukti petasan yang disita dari gudang milik DU di Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo, Wonosobo. (DOK HUMAS POLRES WONOSOBO)
BISA MELEDAK : Barang bukti petasan yang disita dari gudang milik DU di Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo, Wonosobo. (DOK HUMAS POLRES WONOSOBO)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Jajaran Polsek Sukoharjo dan Polres Wonosobo berhasil membongkar gudang petasan yang ada di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Hasilnya, ada hampir satu juta mercon siap edar dalam berbagai ukuran disita petugas, Senin (21/) pagi.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasatreskrim AKP Edy Istanto mengungkapkan, pengungkapan tersebut diawali dari kegiatan patroli Polsek Sukoharjo di Pasar Sampih Sukoharjo, Minggu (20/5) siang. “Polsek Sukoharjo mengamankan seorang penjual kembang api berinisial N yang membawa sekitar 10 ribu butir petasan cabe rawit,” kata Edy, Selasa (22/5).

Berawal dari keterangan N itu, diketahui petasan berasal dari gudang milik DU di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo. Polisi segera menggeledah gudang yang juga menjadi kediaman DU. Total polisi mengamankan lebih dari 13 karung petasan.

“Jumlah totalnya hampir mencapai satu juta butir. Mulai dari diameter 0,5 cm hingga 10 cm. adapula yang sudah dirangkai sepanjang 1 meter,” terang Edy.

Dikatakan dia, tersangka DU belum setahun menghuni rumah tersebut. Ia mendapatkan petasan dari pabrik petasan di wilayah Indramayu, Jawa Barat “Ini nilainya seharga hampir Rp 100 juta,” tambahnya.

Kepada pelaku N dan DU, polisi menerapkan pelanggaran Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. “Ancaman hukumannya kurungan mulai dari 12 tahun hingga seumur hidup,” tandas Edy.

Sementara itu, Kapolsek Sukoharjo Iptu Suradi sebenarnya tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan kepada masyarakat tentang bahaya petasan. Dalam setiap kesempatan bersama masyarakat, polisi selalu menyampaikan imbauan untuk tidak bermain petasan. “Bahkan, jelang dan selama bulan Ramadan ini, kami juga secara rutin melaksanakan patroli jelang Maghrib maupun sehabis tarawih untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang menyalakan petasan,” ungkapnya. (ali/ton)

Silakan beri komentar.